BEI Gandeng Garuda hingga AirAsia, Awak Pesawat Kini Didorong Jadi Investor Saham

oleh
oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng sejumlah perusahaan penerbangan nasional untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi pasar modal bagi pekerja industri aviasi melalui program “Awak Pesawat Investor Saham”.

Program tersebut resmi dicanangkan di Main Hall BEI, Kamis (21/5/2026), sebagai bagian dari pembukaan Sharia Investment Week 2026.

Dalam program ini, BEI berkolaborasi dengan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, AirAsia Indonesia, dan Jaya Trishindo, serta didukung Korea Investment Sekuritas Indonesia dan Phintraco Sekuritas.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan program tersebut bertujuan mendorong pekerja sektor penerbangan memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik serta memahami pentingnya investasi legal dan terukur.

“Melalui program Awak Pesawat Investor Saham, kami ingin mendorong para pekerja industri aviasi agar memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik, mempersiapkan masa depan dan masa pensiun, serta terhindar dari investasi ilegal,” jelasnya.

Menurut Jeffrey, peningkatan literasi pasar modal penting dilakukan seiring terus bertumbuhnya jumlah investor di Indonesia.

Hingga 30 April 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 26.486.735 Single Investor Identification (SID) atau meningkat 30,17 persen dibanding akhir 2025.

Sementara jumlah investor saham mencapai 9.562.675 SID atau tumbuh 11,14 persen dibandingkan akhir tahun lalu.
BEI berharap pertumbuhan tersebut juga diikuti semakin luasnya partisipasi investor dari berbagai profesi, termasuk pekerja industri penerbangan.

Pencanangan program dilakukan secara simbolis melalui penyematan pin logo “Aku Investor Saham” kepada perwakilan pekerja industri aviasi, mulai dari pilot, pramugara, pramugari, hingga personel operasional penerbangan lainnya.

Acara juga diisi penyerahan cendera mata kepada pimpinan perusahaan aviasi serta dukungan simbolis pembukaan rekening investasi.

Ke depan, kegiatan edukasi pasar modal akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan dan dapat dilaksanakan secara luring maupun daring.

Program edukasi secara langsung akan dilakukan melalui kunjungan ke perusahaan maupun Gedung BEI, sedangkan edukasi daring akan memanfaatkan berbagai platform digital.
Melalui kolaborasi tersebut, BEI menargetkan program dapat menjangkau ribuan pekerja industri aviasi secara bertahap.

BEI berharap sinergi bersama perusahaan, institusi, asosiasi, dan komunitas dapat memperluas literasi serta inklusi pasar modal di berbagai sektor industri dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.