Ngonthel Bareng 40 Negara di Prambanan, Dubes Belanda dan Jerman Sebut Jadi Magnet Wisata Dunia

oleh
oleh

KLATEN, MettaNEWS – Event sepeda klasik internasional International Veteran Cycle Association 2026 di kawasan Candi Prambanan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta mancanegara.

Tak hanya menikmati suasana pedesaan, para duta besar juga terpukau dengan keramahan warga dan potensi wisata sepeda di Jawa Tengah.

Kegiatan ngonthel internasional yang diikuti peserta dari 40 negara itu menjadi bagian dari rangkaian International Cycling Festival 2026 di Prambanan, Klaten.

Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen, mengaku sangat menikmati pengalaman bersepeda menyusuri desa-desa di sekitar Prambanan menggunakan sepeda onthel klasik Gazelle.

“Keramahan masyarakat menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan ‘Semangat’, itu benar-benar menyenangkan,” kata Marc di sela kegiatan, Kamis (21/5/2026).

Marc bahkan berjanji akan mempromosikan pengalaman bersepeda di Prambanan kepada masyarakat Belanda. Ia menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata sepeda internasional.

Ia juga menyarankan pemerintah daerah memperbanyak jalur sepeda agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan rute.

“Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisata yang bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Selain ramah wisatawan, menurut Marc, budaya bersepeda juga menjadi solusi transportasi murah dan ramah lingkungan karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak.

Kesan serupa disampaikan Duta Besar Jerman, Ralf Beste, yang juga ikut mengayuh sepeda klasik bersama peserta lainnya.
Ia menilai kawasan Prambanan memiliki kombinasi wisata budaya dan olahraga yang sangat menarik bagi wisatawan Eropa.

“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga banyak potensi pariwisata. Ini destinasi yang sangat indah dengan candi-candi yang luar biasa,” ucap Ralf.

Ralf bahkan mengajak masyarakat mulai membangun budaya kota ramah sepeda karena dinilai lebih hemat sekaligus menyehatkan.

“Jadi mengapa tidak kita semua bersepeda?” imbuhnya.

Menanggapi antusiasme peserta internasional, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program sport tourism yang tengah dikembangkan Pemprov Jateng.

Menurutnya, olahraga sepeda menjadi media efektif untuk mempromosikan pariwisata Jawa Tengah ke dunia internasional.

“Kami di Pemprov Jateng maupun Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Olahraga sepeda ini menjadi bagian untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sumarno juga mengajak masyarakat kembali membudayakan bersepeda sebagai aktivitas ramah lingkungan di tengah naiknya harga BBM dunia akibat situasi global.

Selain sehat dan hemat, kegiatan tersebut juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata dan UMKM.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut terpilihnya Klaten sebagai tuan rumah event internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya.

“Ini menambah semangat kita bersama untuk menjadi tuan rumah yang baik,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat promosi Kabupaten Klaten dan Jawa Tengah di mata dunia, sekaligus menghidupkan kembali budaya bersepeda di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu, menjelaskan sekitar 100 peserta dari 40 negara mengikuti kegiatan tersebut dengan menyusuri desa-desa di sekitar Prambanan menggunakan sepeda klasik.

Kehadiran peserta internasional dengan berbagai jenis sepeda antik, termasuk penny farthing, menarik perhatian warga dan anak-anak desa.

Di sejumlah desa seperti Kemudo, para peserta disambut pertunjukan gamelan, tarian tradisional, kuliner khas, hingga pengalaman membatik bersama warga.
Rangkaian IVCA 2026 dijadwalkan berlanjut hingga Minggu, 24 Mei 2026.

Sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah diperkirakan akan ikut bersepeda bersama menempuh rute sepanjang 26 kilometer di kawasan Prambanan.