SOLO, Metta NEWS – Puluhan pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS) yang pagi tadi melakukan unjuk rasa memprotes ketentuan service charge atau biaya servis yang diterapkan oleh pengelola PGS akan bertemu dengan pihak manajemen dan dijembatani oleh Pemerintah Kota Solo.
Para pedagang mengeluhkan kenaikan ongkos pelayanan atau service charge dari Rp 57 ribu menjadi Rp 80 ribu permeter. Ongkos pelayanan ini diluar dari biaya sewa, yang digunakan untuk keamanan dan perawatan gedung.
Head Marketing PGS Ristu Tri menjelaskan selama 6 tahun ini untuk service charge di PGS belum pernah ada kenaikan dan baru pada tahun ini manajemen melakukan penyesuaian biaya.
“Memang kalau dilihat banyak masukan situasinya kurang tepat, tapi pandemi sudah mulai mereda dan pasar kembali normal. Karena sudah lama tidak naik ini kita sesuaikan,” ujar Ristu ketika ditemui di PGS, Rabu (9/3/2022).
Ristu menjelaskan biaya service charge sebesar Rp 80 ribu tersebut untuk banyak komponen termasuk PPN dan PPH yang sudah ditanggung oleh manajemen.
Pedagang atau tenant tidak hanya mengeluhkan masalah kenaikan biaya servis namun juga mengeluhkan soal fasilitas yang belum memadai di PGS.
“Kami juga lagi proses perbaikan beberapa tempat dan fasilitas supaya jadi lebih standar lagi. Kalau standar kan yang nyaman tidak hanya pedagang tapi untuk pembeli juga,” jelasnya.
Ia mengatakan selama 6 tahun kebelakang ini pihak manajemen belum pernah menaikkan service charge.
“Intinya inikan sudah 6 tahun ga naik, mbok ayo tolong sama-sama mengerti. Kita kan pengelola juga perlu biaya, setelah sekian tahun ga naik lho,” ungkap Ristu.
Ristu menjabarkan bila dihitung selisih kenaikan dari Rp 57 ribu menjadi Rp 80 ribu memang terlihat besar, namun bila dibagi selama 6 tahun pertahunnya hanya hanya tiga ribuan sekian.
“Untuk fasilitas ini kan bertahap kita perbaiki. Nah kenaikannya ini kalau dihitung-hitung pertahun hanya 3 ribuan cuma kita akumulasikan hitungannya selama 6 tahun.
Ristu menyebut saat ini jumlah tenant yang terisi di PGS ada sebanyak 580 unit.
“Dengan aksi hari ini tenant nya off, tidak buka. Kami tidak meminta mereka tutup, mereka sendiri yang memutuskan. Semoga audiensi Selasa pekan depan dengan pemkot bisa menjembatani keluhan baik dari pedagang maupun pengelola, masalahnya apa, kita akan temukan di sana,” pungkasnya.








