Covid-19 di Solo Naik Terus, Sepertiganya dari Klaster Sekolah

oleh
oleh
sma warga disemprot desinfektan
Petugas menyemprot ruang-ruang kelas SMA Warga, Kamis (27/01/2022) | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, Metta NEWS – Data harian paparan Covid-19 di Solo terus meningkat. Dari total 100 an warga yang terkonfirmasi positif covid ini, sebanyak sepertiga adalah klaster sekolah. Meskipun begitu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menegaskan akan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk sekolah-sekolah yang masih ‘bersih’ dari Covid-19. 

“Terus kita pantau, surveilan masih kita lakukan tapi PTM tetap jalan ya. Nanti kita coba evaluasi lagi,” jelas Gibran di Balaikota, Kamis (03/02/2022). 

Gibran mengatakan pihaknya tetap menunggu arahan dari Provinsi soal aturan PTM yang harus dijalankan. 

“Kalau memang provinsi arahannya PTM 50% ya akan kita jalankan. Sejauh ini kami masih fokus penanganan temuan kasus di sekolah. Kan saya sudah bilang prediksinya Februari Maret pasti meningkat,” tandasnya. 

Gibran mengakui dari seratusan angka covid saat ini, sebanyak sepertiganya adalah kasus covid di sekolah. 

“Sepertiga jumlah kasus di Solo kan dari klaster sekolah, ini tentu kita pantau dan evaluasi. Sekiranya para ortu resah atau tidak menginginkan anak-anaknya untuk PTM dulu ya nanti kita pertimbangkan lagi,” ujar Gibran. 

Gibran menyebut sejauh ini sudah ada masukan dari orang tua murid soal PTM. 

“Ya ada yang mengusulkan PJJ lagi atau PTM 50% siswa, macam-macam masukannya, kita tampung dan kita evaluasi,” tegas Gibran. 

Ia mengatakan apabila dari Gubernur Jawa Tengah memberikan instruksi khusus untuk 50% PTM akan segera dijalankan. 

Kalau ada instruksi khusus dari Pak Gub 50% ya kita jalankan, tapi sejauh ini kita tetap jalan seperti biasa dulu ya, tetap kita monitor,” tuturnya. 

Gibran meminta untuk para orang tua murid agar tidak perlu risau namun lebih meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya saat di rumah atau di luar sekolah. 

“Prokes di sekolah sudah sangat ketat, di sekolah juga cuma sebentar. Yang perlu pengawasan, perlu kerja sama dengan para orang tua itu justru pas di luar sekolah. Setelah pulang sekolah itu apakah langsung pulang, apakah ada kegiatan di luar sekolah itu yang paling penting di monitor,” tegas wali kota muda ini.

Selain meminta orang tua murid untuk tidak risau, ia menegaskan setiap sekolah yang didapati ada yang terpapar akan langsung dipisahkan. Ia menyebut rata-rata siswa yang positif adalah OTG dan cepa sembuh sehingga tidak perlu risau. 

“Yang penting setelah ketahuan positif langsung kita pisahkan, satu sekolah kita swab, yang di rumah juga kita tracing. Untuk para orang tua juga saya ingatkan kembali jangan mengajak anak-anak ke kerumunan, lebih baik anak-anak beraktivitas di rumah dulu lah ” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menyebutkan data hingga saat ini sudah ada 13 sekolah di Solo yang ditemukan kasus paparan Covid-19. 

“Kemarin 11 sekolah dari SD, SMP dan SMA. Hari ini tambah 2 SMA yaitu SMA Regina Pacis Ursulin dan SMA MTA,” singkat Siti. 

Siti kembali menegaskan protokol kesehatan adalah hal yang paling penting untuk dilaksanakan. Terlebih lagi, siswa dan guru adalah golongan orang yang sering melakukan mobilitas.