SOLO, MettaNEWS – Pelataran Rumah Kebudayaan Ndakem Djoyokusuman di Gajahan, Solo, menjadi lokasi pelaksanaan diskusi kreatif yang membahas pentingnya seni urban dan kriya dalam menciptakan ruang publik yang hidup dan memiliki identitas kota.
Acara ini menghadirkan dua pembicara terkemuka, Irul Hidayat, seorang seniman mural sekaligus Direktur SOLOISSOLO, dan Heru Mataya, Founder Solo Art Market dan Festival Payung Indonesia.
Irul Hidayat memaparkan tentang peran mural dalam memperkaya identitas kota, dengan tema “Mural dan Urban Kriya: Menghidupkan Ruang Publik dan Identitas Kota.
Sememtara itu, pembicara Heru Mataya mengangkat tema “Kriya, Komunitas dan Kota: Strategikuratorial dalam Ruang Publik Urban,” yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara seni kriya dan komunitas dalam pengembangan ruang publik. Heru menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan seni dan kriya di ruang publik seperti di Pelataran Ndakem Djoyokusuman tidak hanya menjadi sarana untuk menampilkan karya seni, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya kreativitas dalam perkembangan kota
Menurut Heru, seni mural tidak hanya sebagai bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
“Mural dapat mengubah ruang-ruang publik menjadi lebih menarik dan bermakna, menciptakan atmosfer yang dapat dirasakan oleh seluruh warga kota,” ujarnya.
Di sisi lain, Heru Mataya mengangkat tema “Kriya, Komunitas dan Kota: Strategikuratorial dalam Ruang Publik Urban,” yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara seni kriya dan komunitas dalam pengembangan ruang publik. Heru menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan seni dan kriya di ruang publik seperti di Pelataran Ndakem Djoyokusuman tidak hanya menjadi sarana untuk menampilkan karya seni, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya kreativitas dalam perkembangan kot.
“Kegiatan ini bukan hanya pameran seni, tapi juga sebuah upaya untuk mendukung kegiatan Solo Raya Great Sale yang bertujuan mendorong ekonomi kreatif di Solo,” ujar Heru.
Acara ini menampilkan 10 artisan terpilih yang memamerkan karya kriya mereka, serta dua fashion show yang melibatkan desainer-desainer terkemuka di Solo.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan bincang kreatif yang mengajak peserta untuk mendalami lebih jauh tentang seni urban dan peranannya dalam kehidupan kota.
Dengan keberagaman kegiatan yang ditawarkan, acara ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi dalam memperkaya dunia seni dan budaya kota Solo, tetapi juga dapat menciptakan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan memperkuat Solo sebagai pusat kreativitas di Indonesia.








