Selalu Hadirkan Kreator Seni Baru, Ini Sisi Menarik Solo Art Market

oleh
Solo Art Market
Solo Art Market (SAM) sesi ke-14 selesai, Pedestrian Ngarsapura, Keprabon, Solo, Minggu (24/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Event pasar seni Solo Art Market (SAM) seri 14 telah sukses digelar, Minggu (24/4). Diikuti 51 kreator seni dari berbagai daerah, nampaknya SAM memiliki sisi ketertarikan tersendiri.

Dari seluruh kreator seni yang ada, 15 diantaranya merupakan kreator baru. Diadakan di space publik, gelaran pasar seni ini mampu menyedot animo masyarakat. Pantas saja jika SAM juga mampu menarik kreator seni berbeda setiap gelarannya.

Koordinator SAM, Heru Mataya menyebut setiap gelarannya SAM diikuti oleh kreator seni baru.

“Para pesertanya tidak semua sama. Setiap tahunnya, setiap edisi selalu berubah,” ucap Heru Mataya, Minggu, (24/4/2022).

Sejalan dengan adanya kreator baru yang bergabung berdampak ke kreasi yang baru pula dari setiap peserta. Adanya workshop yang menjadi konsep khas SAM nyatanya mampu menjadi sebuah tantangan bagi kreator. Jika biasanya para kreator membuat setiap seninya di tempat produksi, di SAM ini para kreator harus mampu menunjukkan keahliannya dalam menghasilkan produk secara langsung di SAM.

Hal ini justru menjadi ketertarikan bagi para kreator untuk menujukkan kepiwaiannya di depan pengunjung. Bukan hal yang sulit, workshop memiliki sisi yang menyenangkan bagi para kreator. Salah satunya, kreator seni dompet kulit asal Sukoharjo Hadsu Leather … menyebut sangat tertarik dengan event SAM.

Memilih SAM sebagai ajang untuk menunjukkan seni kerajinan kulitnya. Sepsiana Chotimah yang baru lulus dari kuliah menganggap melahirkan sebuah karya seni adalah pilohan yang tepat. Tidak harus menjadi pekerja, nyatanya Sepsiana mampu menjadi seniman yang hasilnya bisa diikutkan dalam gelaran SAM.

“Pingin menunjukkan bahwa artisan itu juga bisa menjadi pilihan. Setelah lulus kuliah ituu nggak harus kerja di factory, melalui artisan ini saya menemukan tujuan,” ucap Sepsiana saat ditemui MettaNEWS, Minggu (24/4/2022).

Sepsiana yang membangun usaha kerjainan kulit secara probadi sejak 2016 merasa optimis. Melalui SAM karyanya akan semakin dikenal. Mengolah kulit sapi menjadi pelengkap fashionyang dijual mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 200.000.

Pertama kalinya ikut serta dalam gelaran SAM, Sepsiana mengaku gelaran event ini memberikan dampak baik ke hasil seninya. Tidak hanya tentang pendapatan, Sepsiana mampu menberikan pengetahuan yang baru akan kreasi kulit merupakan hal yang menyenangkan baginya.

“Dampaknya positif karena lebih dihargai dari hasil seninya. Daya tarik pengujung ada juga. Baru buka udah ada yang beli. Paling banyak itu dompet cowok, kalau yang lain dompet kartu,” sebutnya.

Melakukan workshop langsung, hal ini membuat pengunjung penasaran dalam proses pembuatan. Sehingga Sepsiana pun akan kembali ikut di gelaran SAM selanjutnya.

Hal yang sama diungkapkan perajin kayu lukis, Citra Mata milik Hasan Agus. Hasan menyebut SAM merupakan wadah memperkenalkan karya seni ke masyarakat luas. Ia yang menjual kerajinan kayu baju adat Nusantara seperti Jawa, Dayak, maupun etnis memulai usaha sejak 2016.

“Dari SAM ini orang jadi tahu ada produk semacam ini. Terus juga di SAM ini bisa mempertemukan para kreator seni disini,” ucap Hasan.

Mendapatkan hal positif, Hasan menyebut jila ada kesempatan akan mengikuti gelaran SAM lanjutan. Produk yang ia jual dari harga Rp 20.000 sampai Rp 280.000 pun disebutkan Hasan sudah terjual cukup banyak meskipun baru kali pertama berjualan di SAM.

Akan kembali digelar pada pekan depan, waktu operasional akan lebih panjang yakni lebih panjang dari pukul 17.30 WIB. Untuk Anda yang ketinggalan event ini, jangan risau. Pasalnya SAM #15 akan digelar di bulan depan di hari yang sama, Sabtu dan Minggu.