SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Transformasi Sekolah Mandiri, Fokus Ciptakan Sekolah Unggul Berkemajuan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – SD Muhammadiyah 1 Surakarta terus memperkuat transformasi sebagai sekolah mandiri dan unggul melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta tata kelola sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan peserta didik yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), berwawasan global, serta peduli lingkungan.

Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang dirangkai dengan rapat kerja SD Muhammadiyah 1 Surakarta di Hotel Red Chilies Solo, Rabu (8/7/2026).

Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Mohamad Ali, mengapresiasi perjalanan SD Muhammadiyah 1 Surakarta yang dinilai berhasil melakukan transformasi kelembagaan dalam satu dekade terakhir.

“Selamat kepada teman-teman guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Kota Surakarta yang sedang melangsungkan raker selama satu pekan. Mudah-mudahan mampu menghasilkan rencana kerja yang visioner sekaligus realistis sehingga sekolah terus berkembang,” katanya.

Menurut Ali, sekolah yang berdiri sejak 1935 itu berhasil melakukan transisi dari sekolah yang sebelumnya dipimpin kepala sekolah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) menjadi sekolah yang dikelola sepenuhnya oleh guru dan kepala sekolah dari Persyarikatan Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, selama satu dekade terakhir SD Muhammadiyah 1 Surakarta berhasil melakukan transformasi dari sekolah yang awalnya cukup banyak pegawai negeri sipil menjadi sekolah yang dipimpin dan dikelola guru-guru Muhammadiyah serta terus berkembang. Ini menjadi pelajaran berharga bagi sekolah Muhammadiyah lainnya bahwa transformasi menuju sekolah mandiri harus diawali dengan keberanian merancang sekolah secara baik dan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Sri Sayekti menegaskan bahwa kualitas sekolah sangat ditentukan oleh pola pikir seluruh guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, sekolah tidak akan menjadi unggul apabila masih memiliki sumber daya manusia yang bermental fixed mindset.

Ia memaparkan terdapat tujuh kunci sukses membangun sekolah unggul berbasis transformasi sekolah mandiri. Di antaranya manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, pengembangan inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen spiritual atau doa.

“Recharging mindset menjadi hal yang sangat penting. Kesuksesan itu 95 persen ditentukan oleh mindset dan hanya lima persen strategi. Selama ini banyak orang justru membaliknya,” kata Sri Sayekti.

Ia juga mendorong setiap sekolah memiliki mimpi besar untuk berkembang, mulai dari terpenuhinya kuota peserta didik baru, kemandirian anggaran, hingga pengembangan program sesuai karakteristik sekolah masing-masing.

Selain itu, guru dan karyawan juga diminta terus memperbaiki perilaku dan meningkatkan loyalitas terhadap lembaga.

“Ubah perilaku agar laku. Jangan sampai sekolah tidak berkembang karena perilaku yang kurang baik. Loyalitas menjadi modal penting. Loyalitas tanpa batas akan melahirkan royalitas atau kesejahteraan,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas guru dan penyusunan program kerja tersebut, SD Muhammadiyah 1 Surakarta optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat posisinya sebagai sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.