Berkedok Tengkorak, Pembunuh Dosen UIN Peragakan Adegan dengan Mata Merah

oleh
oleh
pembunuhan dosen UIN
Polisi berpakaian preman mengawal ketat Dwi Feryanto alias DF (Berbaju ungu) tersangka pembunuh dosen UIN Surakarta, dalam rekonstruksi di TKP, Selasa (12/9/2023) } MettaNews/Ari Kristyono

SUKOHARJO, MettaNEWS – Aparat Polres Sukoharjo menggelar reka ulang kasus pembunuhan dosen UIN Surakarta, Dian Wahyu oleh oleh tukang bangunan yang merenovasi rumahnya, tanggal 23 Agustus 2023 lalu.

Dalam rekonstruksi di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Selasa (12/9/2023) tersangka Dwi Feryanto alias DF (23) memeragakan sekitar 20 adegan.

Proses rekonstruksi mendapat perhatian dari warga masyarakat di sekitar. DF hadir belakangan menggunakan mobil Toyota Innova milik Resmob Polres Sukoharjo. Sejumlah petugas berpakaian preman menempel ketat DF yang mengenakan hoodie warna ungu dan tangan terborgol di depan.

Baca Juga: Sakit Hati Disebut Tukang Amatiran, DF habisi Dosen UIN Solo dengan Pisau Daging

Masyarakat dan wartawan sulit melihat wajah DF. Selain karena hoodie yang melindungi wajah, dia juga mengenakan kedok bermotif tengkorak. Matanya tampak merah, namun DF melakukan adegan-adegan yang dibacakan polisi dari berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan tenang dan lancar.

Berawal dari adegan pertengkaran di rumah korban, Senin (21/8) pagi pukul 8, korban menyebut DF sebagai tukang yang tidak profesional. Ucapan itu membuat sakit hati, namun dia tetap bekerja dengan normal.

Senin malam, DF menyiapkan pisau daging dan berniat membalas sakit hatinya. Dia mendatangi rumah korban, namun niat itu urung karena lingkungan masih ada tetangga yang nongkrong dekat rumah.

Selasa pagi DF tetap bekerja seperti biasa, dan malamnya kembali dia menyatroni rumah korban tapi gagal karena lagi-lagi masih ada orang di sekitar rumah.

“Hingga akhirnya Rabu lewat tengah malam, tersangka hadir kembali dan memanjat dinding samping rumah, lalu masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan yang dia bawa sebagai tukang,” tutur Kapolsek Gatak, AKP Hadi Sumaryono yang memimpin pengamanan di lokasi.

Dengan pisau daging yang dia bawa dari rumah, DF leluasa menghabisi korban yang sendirian. Setelah itu, DF mengambil ponsel dan uang tunai Rp 250 ribu milik korban.

Pelaku Pembunuhan Dosen UIN Buang Pisau di Sungai

“Pakaian yang terkena darah dia bakar, pisau daging dia buang ke sungai. Kami sampai mengerahkan penyelam SAR untuk menemukannya. HP juga masih ada di tangan, tapi uang tunai sudah habis untuk belanja,” ujar Hadi Sumaryono.

Hadi pun menyebut seluruh adegan reka ulang di TKP sudah sesuai dengan isi BAP. Namun, di sela-sela rekonstruksi, pengacara keluarga korban Ainul Yaqin menyela petugas. Dia minta rekonstruksi juga mencakup aktivitas korban pada hari di mana tersangka DF mengaku bertengkar dan dikata-katai secara kasar oleh korban.

Baca juga: Wahyu Dian, Dosen UIN Solo yang Dibunuh Tukang Bangunan Anak Guru Besar Universitas Mataram, Lulusan Australia

Pasalnya, pertengkaran itu tanpa saksi. Pada saat itu, saksi lain justru mengetahui korban berada di kampus sejak pagi, sehingga tidak sesuai dengan pengakuan pelaku. Ainul pun minta polisi mengorek lebih dalam lagi untuk menemukan motif pelaku yang sebenarnya.

“Polisi harus mengorek motif sebenarnya. Selain itu, dari hasil BAP dan bukti-bukti yang ada, sudah jelas ini pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP. Tidak perlu juncto lagi dengan pasal lain yang lebih ringan dakwaannya,” tutur Ainul Yaqin.