SUKOHARJO, MettaNEWS – DF (23) tersangka pembunuhan Wahyu Dian Silviani, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta mengaku sakit hati hingga menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban.
Kejadian bermula pada hari Senin, (21/8/2023) saat korban mengecek proses renovasi rumah miliknya dan bertemu dengan DF yang tengah memasang batu bata.
Korban menggerutu kepada pelaku dengan perkataan “Tukang kok amatiran,” selama kurang lebih 30 menit. Pelaku yang mendengar ucapan korban tersebut kemudian merasa sakit hati.
Pelaku yang merasa sudah bekerja dengan baik kemudian menaruh dendam dan ingin melampiaskan dendamnya tersebut dengan cara menghabisi nyawa korban pada malam harinya.
Namun karena pelaku belum berani untuk menghabisi nyawa korban, maka pelaku menunggu
sampai dengan 2 hari. Tepatnya pada hari Rabu (23/8/2023) malam pelaku melancarkan aksinya. Pukul 00.00 WIB, pelaku mendatangi kediaman A, tempat tinggal sementara Wahyu Dian di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.
DF memasuki rumah korban dengan memanjat tembok belakang yang berisikan tandon air. Setelah berhasil masuk, DF kemudian melihat korban tidur di ruang tamu.
DF kemudian menghampiri korban dan langsung menempelkan pisau pemotong daging yang sudah dibawanya dari rumah. DF kemudian mengancam korban agar diam.
Namun korban justru berteriak sehingga DF menekan leher korban dengan menggunakan jari selama 5 menit. Setelah korban lemas, DF melepaskan korban disertai ancaman “Kamu diam dan tak biarkan hidup atau kamu berteriak dan tak habisi sekarang,”.
Kemudian korban berteriak minta tolong dan berusaha merebut pisau DF. DF yang emosi berhasil menguasi pisau daging tersebut dan langsung menebaskannya ke pipi sebelah kanan korban.
DF juga menusuk leher korban hingga korban meninggal dunia. DF lalu membersihkan pakain yang terkena darah korban di kamar mandi. DF kemudian kabur dengan cara melompat pagar dan pulang ke rumah menggunakan motor Supra X.
Setibanya di rumah, DF langsung mengganti pakaian dan memasukkannya ke dalam plastik. Ia lalu pergi ke persawahan Lor Dowo menggunakan motor Supra X untuk membakar pakaiannya. Untuk menghilangkan barang bukti, DF juga membuang pisau daging yang ia gunakan untuk membunuh korban ke Sungai Blimbing, di Selatan Stasiun Gawok, Sukoharjo.
DF yang dihadirkan saat jumpa pers di Polsek Gatak, Sukoharjo pada Jumat (25/8/2023) mengatakan sakit hati karena disebut tolol dan kinerjanya buruk.
DF yang sudah bekerja merenovasi rumah korban selama satu bulan itu seketika berencana menghabisi korban dengan pisau daging.
“Sakit hati karena kerjanya jelek ditolol-tololin dibego-begoin. Merencanakan (pembunuhan) sejak Senin pas ditegur kan Senin pagi. Punya pikiran apa? Bunuh, pengin menghabisi? Iya. Dengan pisau ambil dari kerjaan yang dulu, sudah direncanakan,” bebernya.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengatakan korban sempat melakukan perlawanan. Saat melakukan perlawanan itu, korban berusaha mendapatkan pisau yang dibawa pelaku.
“Hasil autopsi belum keluar, hasil olah TKP menemukan rambut korban. Diketahui rambutnya itu terkena pisau karena rebutan dengan pelaku. Korban juga sempat melawan,” ujar AKBP Sigit.







