SUKOHARJO, MettaNEWS – Civitas akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta melepas jenazah Dosen FEBI UIN RMS, Wahyu Dian Silviani yang meninggal dengan tidak wajar kepada pihak keluarga, Jumat (25/8/2023).
Jenazah Wahyu Dian tiba dibawa dari RS Moewardi dan tiba di Rektorat UIN RMS pada pukul 10.04 WIB. Kedatangan jenazah disambut tangis ratusan civitas akademika UIN RMS yang hadir bersama ayahanda Wahyu Dian, Muhammad Hasil Tamsil.
Setelah pembacaan doa bersama, jenazah kemudian disalatkan. Pukul 10.48 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Bandara Juanda Surabaya melalui jalur darat tol.
Pukul 17.30 WIB, jenazah akan dikirim dengan pesawat super jet dari Bandara Juanda Surabaya menuju Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dekan FEBI Mohamad Rahmawan Arifin mengatakan Wahyu Dian merupakan dosen terbaik yang tengah dipersiapakan untuk kegiatan program studi (progdi) baru, Ilmu Lingkungan di UIN RMS Surakarta.
“Tentunya kami keluarga besar UIN Raden Mas Said Surakarta merasa kehilangan yang sangat mendalam atas meninggalnya dosen terbaik kami. Dosen yang sedianya diperuntukkan untuk kegiatan program studi baru yaitu Ilmu Lingkungan,” ujar Ivan.
Mewakili kelembagaan dan keluarga, pihaknya ingin kasus kematian tidak wajar yang menimpa Dosen Wahyu Dian diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
“Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh bapak almarhum bahwasanya beliau sudah ikhlas. Sudah menyampaikan penuh kesabaran dan tetap berharap kepada kepolisian untuk tetap mengusut tuntas tentang kejadian ini. Karena bagaimana juga kematian almarhumah dengan cara yang tidak wajar,” terangnya.
Dikatakannya, pihak keluarga almarhumah Wahyu Dian berharap agar lembaga UIN RMS Surakarta dapat mewakili keluarga untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab pihak keluarga yang berada di Mataram tidak bisa setiap waktu ke Solo.
“Ini benar-benar kriminal dan kami yakin kepada pihak kepolisian dapat mengusut tuntas apa motif di balik pembunuhan ini kita doakan semoga husnul khotimah,” ujar Ivan.
Keluarga Serahkan Proses Hukum ke UIN Raden Mas Said Surakarta

Pihak lembaga UIN RMS Surakarta tengah berkoordinasi untuk langkah lanjutan dan menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah Wahyu Dian dari Solo hingga dikebumikan di Mataram.
“Dua orang mewakili lembaga menyertai selama perjalanan hingga di Mataram sampai upacara pemakaman. Selanjutnya kita akan bicarakan secara langsung dengan pihak rektorat bagaimana langkah-langkah selanjutnya,” ujar Ivan.
“Sebagaimana arahan dari bapak rektor biaya seluruh perjalanan ditanggung oleh pihak UIN Raden Mas Said termasuk kargo jenazah hingga pemakaman almarhumah. Karena beliau bagian daripada keluarga besar UIN Raden Mas Said. Pemakaman belum dapat kabar kapan, yang jelas almarhumah diberangkatkan dari Surabaya pukul 17.30 menggunakan pesawat super jet,” tambahnya.
Berita sebelumnya, seorang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta berinisial WDS (34) ditemukan tewas di rumah rekannya di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo pada Kamis (24/8/2023) siang.
Terdapat luka sayatan di bagian pipi kanan korban dan beberapa bercak darah di dinding sekitar ditemukannya mayat korban. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo untuk dilakukan autopsi.
“Saat ini masih kita bersama dokter dari Puskesmas atau dari rumah sakit sedang melaksanakan penyelidikan dan dari pak kapolsek jg saat ini mengamankan status quo (menjaga TKP),” papar Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit.
Dari olah TKP, pihak kepolisian mengantongi beberapa barang bukti, di antaranya kasur lipat, pakaian dan tas korban. Barang-barang bukti tersebut diamankan untuk diketahui lebih lanjut penyebab kematian korban.
“Karena di sini satu orang, perempuan. Kalau dugaan bisa macam-macam. Entah itu pacaran, entah itu atau seperti apa kita belum tahu,” tandasnya.








