Asah Kreativitas Sambut HUT RI ke 77, Kelurahan Kepatihan Wetan Gelar Festival Jenang  

oleh
oleh
Jenang Ngangrang di Festival Jenang Kepatihan Wetan, Sabtu (6/8/2022) | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Menyambut HUT RI ke 77, Kelurahan Kepatihan Wetan menggelar Festival Jenang di jalan Pamedan, pelataran depan kantor Kelurahan Kepatihan Wetan, Sabtu (6/8/2022). 

Festival Jenang ini diikuti 18 RT se Kelurahan Kepatihan Wetan dan menghadirkan 18 macam jenang yang kemudian dibagikan gratis pada masyarakat umum.  

Kepala Kelurahan Kepatihan Wetan, Sutrisno menjelaskan Festival Jenang Kepatihan Wetan ini untuk menyemarakkan HUT RI ke 77 tahun sekaligus mengasah kreativitaswarga dalam bidang kuliner khas Indonesia, jenang. 

“Ini untuk menumbuhkan kreativitas warga dan menggali kembali potensi kuliner jenang yang ada di Kelurahan Kepatihan Wetan. Semoga di tingkat kota nanti kalau ada Festival Jenang sudah siap. Karena tadi saya lihat ada banyak nama-nama jenang yang muncul dan begitu unik-unik,” ungkap Lurah Sutrisno. 

Sutrisno mengungkapkan, kegiatan ini menjadi potensi kuliner yang luar biasa bagi wilayah Kepatihan Wetan yang harus dikembagkan dan digali lebih kreatif lagi. 

“Ini merupakan kerja bareng ibu-ibu tim PKK Kelurahan Kepatihan Wetan dengan mahasiswa KKN dari UNS yang melakukan pengabdian di sini. Meskipun sosialisasinya dan persiapannya mendadak tapi ini sudah luar biasa sekali,” ujar Lurah Sutrisno

Menurut Sutrisno, dengan event ini membangkitkan kembali semangat warga untuk beraktivitas kreatif setelah pandemi. 

“Yang utama adalah menggali kembali potensi kuliner yang ada di wilayah karena masa pandemi selama ini baru sekarang bisa melaksanakan kegiatan lagi. Dan semangat antusiasme ini sudah tidak terbendung. Kesempatan kelurahan untuk memberi ruang, waktu dan mensuport kreativitas warga,” tegas Sutrisno.  

Jenang Mutiara

Sebanyak 18 macam jenang seperti jenang candil, sumsum, ketan hitam, jenang graul, garut, jenang ngangrang, mutiara, jenang sambel goreng tholo, candil ubi ungu, jenang tumpang, jenang pati dan grendul, jenang kacang hijau dan lainnya disiapkan oleh ibu-ibu PKK yang mengenakan kebaya. 

Dipandu oleh mahasiswa KKN UNS, berkeliling menerangkan makna masing-masing jenang. 

Ketua RT 2 RW 1 Kepatihan Wetan, Dwi Cahyaningsih menambahkan masing-masing RT menyuguhkan 50 hingga 100 pack jenang yang dibagi-bagi ke masyarakat.

“Jenang yang disajikan murni masakan dari kami ibu-ibu PKK dengan kreasi masing-masing. Selain mengasah kreatifitas ini juga untuk mengguyubkan kembali, rasa gotong royong dan bekerja sama antar warga,” pungkas Dwi.