3 dari 36 Siswa Pasar Kliwon Cabut Pendaftaran, Kuota Kelas Virtual di Solo Timbul Tenggelam

oleh
Sekolah virtual
Sejumlah orang tua wali dan siswa SMP di Pasar Kliwon Solo mengikuti arahan dan penjelasan kelas virtual SMAN 2 Solo oleh Camat Pasar Kliwon, Selasa (5/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Tahun ini kelas virtual khusus siswa SMP di Kecamatan Pasar Kliwon Solo kembali diadakan. Kelas ini diperuntukan bagi siswa yang tak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi maupun prestasi. Diketahui kuota kelas virtual SMAN 2 Solo sama dengan tahun lalu yakni 36 siswa dalam satu rombongan belajar (rombel).

Namun sayangnya kelas virtual yang digadang-gadang dapat menjadi solusi nyatanya belum mampu membuat 3 pendaftar bertahan. Tak ingin melanjutkan jenjang SMA-nya secara virtual dalam kurun waktu yang tak pasti, 1 dari pendaftar yang mengundurkan diri menginginkan sekolah tatap muka lewat swasta.

Sementara 2 siswa lainnya mengundurkan diri tanpa alasan lewat pesan WhatsApp yang disampaikan ke panitia kelas virtual Kecamatan Pasar Kliwon pada Selasa (5/7/2022) siang hingga malam kemarin. Pengunduran diri ini terjadi usai mereka mendapatkan arahan atau penjelasan kelas virtual dari Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi di Pendopo Kantor Kecamatan Pasar Kliwon, Selasa (5/7/2022).

Ispandi (45) salah seorang wali siswa yang mengundurkan diri akhirnya memutuskan untuk menuruti keinginan anaknya untuk sekolah swasta. Lantaran pembelajaran kelas virtual lebih banyak dilakukan secara daring, sang anak merasa jengah dan menginginkan sekolah tatap muka. Dikatakannya, awalnya sang anak mendaftar PPDB di SMA 3 Solo dan SMA 2 Solo namun harus tersingkir.

“Ini dicabut dan pindah ke SMK. Anaknya pengin masuk ke SMK, yang pembelajarannya tatap muka. Semoga bisa diterima, kalau ke swasta pasti lebih mahal,” ujar Ispandi saat ditemui MettaNEWS usai mengikuti arahan, Selasa (5/7/2022).

Meskipun begitu, pihaknya tetap mengakui kelas virtual merupakan kebijakan yang bagus. Lantaran dapat menampung siswa yang berada di kawasan blanks spot zonasi PPDB.

Sementara itu, Camat Pasar Kliwon Ahmad Roni membenarkan adanya alasan pengunduran diri satu siswa lantaran mau mendaftar SMK. Pihaknya pun menekankan tak ada pemaksaan bagi siswa dalam mendaftar kelas virtual.

“Dia mau mendaftar ke SMK karena memang tujuan kita dari awal jangan sampai ada keterpaksaan dari anak maupun orang tua. Sehingga nanti sebelum SK keluar mereka benar-benar yakin 100 persen bahwa ini mereka mengikuti kelas virtual,” terang Roni, Selasa (5/7/2022).

Pihaknya juga membeberkan tidak ada informasi juknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng yang ditutupi diacara arahan atau penjelasan ini.

“Memang saya yakin orang tua penginnya ke anak-anak itu kan terjamin dari segi mutu, kualitas. Memang semua program ada kelemahan ada kelebihan,” katanya.

Memahami kekhawatiran yang dirasakan orang tua wali, pihaknya kembali menegaskan untuk dapat mencapai tingkat keberhasilan membutuhkan peran dari semua pihak.

“Asal semua peran yang tadi saya sampaikan mulai dinas, baik dinas provinsi maupun pendidikan sekolah pendidik kesekretarian sekolah dan anak saya yakin tidak ada perbedaan dengan yang lulusan reguler,” tegasnya.

Meski virtual, pihaknya membeberkan kemungkinan untuk diadakan PTM itu ada sesuai apa yang disampaikan waktu pengarahan. Terkait kejelasan tatap muka secara maya maupun fisik, pihaknya tak menutup kemungkinan adanya pembelajaran tatap muka jarak jauh.

“Kalau memang kelas virtual ini peran dari si anak dengan lingkungan sekitarnya memang lebih dominan, saya pikir kemarin saat kelas online selama pandemi kan sudah jadi ajang latihan. Jadi saya kira tidak ada permasalahan walaupun mungkin ke depannya sesuai arahan harapannya tetep ada sekali tempo tatap muka,” bebernya.

Hingga hari ini, Rabu (6/7/2022) jumlah siswa yang mengundurkan diri sebanyak 3 siswa namun kuota 36 siswa tetap terpenuhi lantaran sudah tergantikan dengan pendaftar baru.