SOLO, MettaNEWS – Memasuki masa libur sekolah dan menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat wilayah Kota Yogyakarta, Klaten dan Solo serta daerah lain sekitarnya memanfaatkan KRL sebagai moda transportasi untuk mengunjungi tempat wisata.
Melalui rilis yang diterima mettanews.id, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba memaparkan terpantau adanya tren kenaikan jumlah volume pengguna untuk KRL Yogyakarta – Solo pada masa libur ini.
“Tercatat jumlah pengguna di hari libur akhir pekan kemarin pada 2 dan 3 Juli sebanyak 47.777 orang, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 17% jika dibanding dengan jumlah volume pada libur akhir pekan awal masa libur sekolah akhir Juni yaitu sebanyak 40.780 orang,” ungkap Anne.
Anne menjelaskan volume tertinggi pengguna KRL Yogyakarta-Solo terjadi pada hari Minggu (3/7/2022) yaitu sebesar 24.723 orang.
Sementara itu, kata Anne volume pengguna KRL Yogyakarta-Solo pada hari kerja di masa libur sekolah juga mengalami tren kenaikan. Tercatat rata-rata volume pengguna pada Senin – Jumat (27 Juni – 1 Juli) sebesar 15.934 orang. Sedangkan pada Senin – Jumat (20-24 Juni) rata-rata volume pengguna sebesar 13.182 orang.
“Dari angka tersebut, terjadi tren kenaikan pengguna KRL Yogyakarta-Solo di hari kerja pada masa libur sekolah ini sebesar 21%, dengan volume tertinggi pada Senin (4/7/2022), yaitu sebanyak 18.122 orang,” tuturnya.
Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan perjalanan KRL Yogyakarta-Solo PP sebanyak 20 perjalanan mulai pukul 05.05 – 18.30 WIB setiap hari kerja. Sedangkan untuk hari libur atau akhir minggu, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 24 perjalanan mulai pukul 05.05 – 20.17 WIB per harinya.
“Kecenderungan jumlah pengguna yang meningkat ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga masa libur sekolah selesai. Untuk itu KAI Commuter mengimbau para pengguna selama musim liburan sekolah ini agar tetap mematuhi protokol kesehatan, senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan menjaga kebersihan saat naik KRL,” ujar Anne.
Anne kembali mengingatkan pada pengguna jasa transportasi untuk diperhatikan juga antara lain menunggu KRL di belakang garis kuning aman peron dan tidak memaksakan diri untuk naik bila kereta telah penuh, mendahulukan pengguna yang hendak turun dari KRL, serta senantiasa memperhatikan putra-putri maupun barang bawaannya.
“Bagi pengguna yang membawa anak minimal usia 3 tahun atau tinggi minimal 90 cm sudah diwajibkan untuk membeli tiket. Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan orang tua atau pendamping selama dalam perjalanan,” pungkas Anne.








