SOLO, MettaNEWS – Usai adanya siswa yang mengundurkan diri dari kelas virtual, pihak Kecamatan Pasar Kliwon belum dapat memastikan penutupan pendaftaran. Awalnya terdapat 37 pendaftar di hari pertama pembukaan. Tercatat saat ini kuota pendaftar sebanyak 36 siswa pada Rabu (6/7/2022).
Kendati kuota telah terpenuhi, namun pihak kecamatan akan melakukan konsultasi ke Cabang Dinas Wilayah VII sebelum menyerahkan data pendafar final. Hal ini untuk mengantisipasi adanya siswa yang mengundurkan diri ataupun mengganti kuota kosong.
Camat Pasar Kliwon, Ahmad Roni mengatakan pendafataran kelas virtual telah dibuka usai segala alur PPDB SMA selesai. Sementara, penutupan kelas virtual sebelumnya akan dilakukan apabila kuota 36 siswa telah terpenuhi.
“Ya sebenarnya tidak di tutup. Hanya untuk saat ini kuota sudah terpenuhi. Kalau masih ada yg daftar, kita terima, tapi yang bwrsangkutan kita beritahu bahwa kuota sudah terpenuhi dan akan masuk menjadi cadangan,” tulis Roni melalui pesan WhatsApp MettaNEWS, Rabu (6/7/2022).
Sebelumnya terdapat 3 pendaftar yang mengundurkan diri di waktu siang dan sore hari. Namun pada malam harinya, pihak kecamatan kembali mendapatkan pendaftar sehingga kuota satu rombel tetap terpenuhi.
“Kemarin yg kita undang sudah 36. Tapi setelah adanya sosialisasi, ada 3 yg mundur. Kemudian sampai sore juga sudah ada yg mendaftar lagi untuk mengisi kuota yang kosong. Kita tunggu sampai sore hari sampai sebelum kita jadikan draft untuk SK dan kita nanti akan konsultasi atau mungkin arahan dari kepala cabang dinas,” katanya.
Sebelumnya pihaknya telah mengundang anggota DPRD Kota Solo Komisi IV, Ekya Sih Hananto dalam acara arahan dan penjelasan kelas virtual SMAN 2 Solo, Selasa (5/7/2022). Sebagai yang membawahi Pasar Kliwon, pihaknya berharap nantinya hasil pertemuan kala itu dapat menjembatani dengan Pemkot Solo dan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.
“Harapannya dari dinas kemarin sesuai dengan WA tanggal 7 Juli harus sudah dimaksukkan ke dinas nama-namanya
Sehingga nanti bisa diproses baik itu kaitannya nomor induk siswa dan administrasi. Disesuaikan nanti dengan kebijakan SMA 2 seperti tadi mungkin kuotanya terpenuhi atau mungkin ada kelas yang kosong. Itu nanti kan kebijakan tapi kita tidak bisa menyampaikan sesuatu yang andai-andai, harus resmi sesuai juknis yang ada,” bebernya.
Dikatakannya, kepastian 36 pendaftar nantinya akan diterima atau tidak berdasar pada keputusan terletak di Cabdin Wilayah VII.
“Ini sementara kita kirim ke cabang dinas pendidikan dan nanti kita juga akan kordinasi dengan cabang dinas provinsi nama-namanya nanti itu ada kepastian baik itu fix diterima 100 persen nanti kita menunggu arahan dari provinsi dalam bentuk daftar wawancara,” katanya.
Syarat pendaftaran yang tak jauh berbeda dengan kelas reguler seperti tak adanya batasan nilai, kelas virtual ini diharapkan dapat selesai sebelum ajaran baru dimulai pada Senin, (11/7/2022) mendatang.
“Insyaallah (diterima) selama yang bersangkutan tidak mengundurkan diri nanti kita usulkan dulu. Keputusan final diterima atau tidak di cabang dinasnya. Mereka memberi target sekitar tanggal 7 harus sudah masuk ke sana. Tanggal 8 9 sebelum ajaran baru sebisa mungkin sama dengan yang kelas reguler, harapannya seperti itu,” katanya.








