SOLO, MettaNEWS –Dinas Pendidikan Kota Solo mencatat ada 10.000 lulusan SD di tahun 2023. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kuota SMP Negeri yang hanya 6.000 saja. Itu artinya 4.000 lulusan SD berpotensi tak bisa masuk SMP Negeri di PPDB 2023.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo, Abdul Haris Alamsyah menyebut jumlah ini tidak menjadi masalah apabila orangtua tidak pilih-pilih sekolah. Sebab ia menyakini bahwa semua lulusan SD pun akan tertampung dengan baik di SMP Negeri maupun swasta.
“Lulusan SD sekitar 10.000, kuota SMPN 6000 kuotanya. Tapi kan lulusan SD itu sudah ada yang ke swasta. Kenyataannya pada saat PPDB kalau mau di mana saja nggak pilih-pilih yang kosong mau masuk semua terisi,” kata Haris saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan, Senin (3/7/2023).
Dikatakannya, kuota SMPN maupun SMP swasta di Solo bisa menampung semua lulusan bahkan yang di luar kota.
“Bahkan luar kota banyak yang masuk, dalam kota kadang kalau nggak masuk kan yang diinginkan negeri. Terus pindah swasta itu negeri swasta otomatis kalau digabung sudah bisa mewadahi semua,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Kota Solo: Jangan Pilih-pilih Sekolah saat PPDB
Jika digabung kuota dua tipe sekolah ini mampu menampung lulusan SD bahkan hingga di atas 10.000 kuota.
“SD swasta bisa lanjut ke SMP swasta juga. Kan kebanyakan justru sekolah yang bagus sudah penuh akhirnya nambah kelas, yang swasta tidak terdeteksi secara data padahal itu sudah penuh, BIT Nur Hidayah, Al Islam, Bintang Laut sudah penuh semua,” papar Haris.
Pihaknya menyarankan agar orangtua mulai membidik sekolah yang masih kosong. Tidak melulu sekolah yang dirasa favorit. Sebab dengan adanya empat jalur PPDB (afirmasi, perpindahan tugas orangtua, zonasi dan prestasi) bertujuan untuk menyamaratakan status sekolah dengan menghilangkan label favorit.
“Pada prinsipnya apabila hanya dalam kota aja sudah mencukupi bisa ditampung semua luar kota kaya SMP 24 25 26 27. Ada luar kotanya banyak 24 25 masih banyak. Yang penting jangan milih sekolah yang bagus aja kalau milihnya SMPN 1 4 sudah penuh nggak ada tempat lagi,” bebernya.
“Masih ada masyarakat yang menganggap sekolah favorit. Kita mau menghilangkan anggapan itu,” tukasnya.







