Waspada Daging Sapi Gelonggongan, di Solo, Magelang hingga Semarang

oleh
Waspada Daging Sapi Gelonggongan
Daging sapi yang diduga hasil dari gelonggongan | Dok: Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah

BOYOLALI, MettaNEWS – Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Boyolali meminta masyarakat waspada terkait adanya praktik penjualan daging sapi gelonggongan. Kepolisian juga melakukan beberapa tindak lanjut dari kasus yang sebelumnya.

Saat ini kepolisian masih memeriksa 6 saksi. Polisi juga masih menunggu hasil cek laboratorium forensik di Semarang terkait daging tersebut.

“Tentunya termasuk pemilik usahanya (sebagai saksi),” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, Jumat (31/3/23).

Dwi mengatakan, dugaan sapi gelonggongan ini kepolisian temukan di di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, dengan posisi daging sudah dalam bentuk potongan-potongan.

Di sana petugas menemukan selang, namun belum pasti apakah betul daging gelonggongan atau murni.

“Kita tunggu bagaimana hasil cek labfornya. Kan bisa ketahuan berapa volume air dalam daging tersebut, besok akan keluar hasilnya, apakah ada unsur daging yang tidak sehat,” sambungnya.

Dari penindakan sebelumnya, polisi menggerebek praktik penjualan daging sapi hasil gelonggongan di Desa Tanduk, Ampel, Boyolali, Sabtu (25/3/23).

Di lokasi itu, petugas mendapatkan daging sapi seberat 196,5kg termasuk beberapa selang plastik ukuran 1,5 inci.

Meski daging masih dalam proses laboratorium, dari hasil interogasi terhadap pelaku berinisial KW, sudah mengakui perbuatannya adalah ilegal.

Ia telah berjualan selama 2 tahun sebelumnya, mulai pada tahun 2017 -2019 kemudian sempat berhenti karena Pandemi PMK.

Dan kembali berjualan 2023. Ia mengaku mendistribusikan daging ke para pedagang di Wilayah Boyolali, Solo, Magelang, Salatiga dan Semarang.

“Maka dari itu Pemerintah Kota Solo, Magelang dan Semarang untuk waspada dan sigap mencegah terjadinya Distribusi daging sapi gelonggongan tersebut. Karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat yang akan mengkonsumsi daging tersebut,” tukasnya.