SOLO, MettaNEWS – Kampung Batik Laweyan Solo miliki media dakwah dan belajar kitab suci umat Islam unik berupa mushaf Al Qur’an batik.
Al Qur’an batik ini tampil cantik nan berbeda berkat ide dari seorang tokoh masyarakat bersama pebisnis yang juga pemilik usaha Mahkota Batik, Alpha Fabela Priyatmono.
Sang putra yang juga Manager Produksi Mahkota Batik, Muhammad Taufan Wicaksono menuturkan ide pembuatan karya menakjubkan ini muncul pada tahun 2016 silam.
“Ceritanya itu ketika kami kedatangan beberapa tokoh masyarakat yang mana dulunya itu cuman ingin berkunjung ke Kampung batik Laweyan dan berdiskusi dengan salah satu tokoh yang ada di Laweyan yaitu Pak Alpha,” tutur Taufan kepada MettaNEWS, Jumat (31/3/2023).
“Yang mana mereka itu membuat program yang namanya Al Qur’an Follow The Line tulisan tipis-tipis. Yang diperuntukkan untuk kaum muslimin yang ingin belajar membaca dan menulis,” imbuh Taufan.
Al Qur’an batik dibuat di atas kain dengan goresan malam. Proses pembuatan Al Qur’an batik 30 juz ini pun memakan waktu hingga empat tahun lamanya.
“Dengan adanya program itu kami terinspirasi ingin membuat salah satu hasil mahakarya yang belum ada sebelumnya yaitu batik Alquran. Alhamdulillah sampai saat ini Quran batik sudah selesai 30 juz,” tutur Taufan.
Pembuatan Mushaf Al Qur’an Batik Melibatkan Penyandang Tunarungu
Menariknya, pembuatannya Al Qur’an batik juga melibatkan penyandang tunarungu. Para tunarungu ini terlibat dalam proses desain hingga pewarnaan. Sama halnya dalam pembuatan batik pada umumnya.
Motifnya uga berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Adapun motif yang paling menonjol yakni parang, kawung dan kontemporer.
“Teknik khusus pembuatan sama ketika ingin membuat batik tulis. Yang mana diawali kita desain dulu motif yang ada di sekitar frame batik Alquran. Kita buat per juz itu motifnya berbeda-beda mulai dari motif parang motif kawung dan motif kontemporer,” ujar dia.
Selain sebagai media dakwah, pembuatan mushaf kitab suci umat Islam dalam bentuk batik ini juga bertujuan untuk media edukasi mengenai batik bagi wisatawan di Kampung Batik Laweyan.
Harapannya keberadaan Al Qur’an batik juga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Tujuannya kalau ini semua sudah selesai sebagai hasil mahakarya Batik Mahkota pada umumnya di Laweyan. Yang mana Ini bakal menjadi pusat destinasi wisata yang kita inginkan,” tutur Taufan.
“Istilahnya bisa menjadi tempat untuk media edukasi wisatawan yang ingin belajar membatik. Ingin mengetahui sejarah batik itu seperti apa dan history arsitekturnya juga seperti apa itu yang menjadi tujuan kami agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung,” pungkasnya.








