Wakil Wali Kota Astrid Widayani Tinjau Ibadah Sabtu Sunyi di GKJ Danukusuman, Terkesan Tema Paskah Ekologis

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meninjau  pelaksanaan ibadah Paskah Sabtu Sunyi d GKJ Danukusuman, Serengan, Solo guna memastikan rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, Sabtu (4/4/2026).

Wawali Astrid datang setelah ibadah selesai pada pukul 20.30 WIB dan disambut oleh Pendeta GKJ Danukusuman Pdt. Dr. Uri Christian Sakti Labeti, S.Si,. M. Sn bersama para majelis gereja.

Astrid menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada umat jemaat, baik secara pribadi maupun sebagai perwakilan Pemerintah Kota Surakarta. Ia menyebut momen Sabtu Sunyi sebagai hari yang penuh makna dan refleksi.

“Saya selaku pribadi maupun Wakil Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan salam Paskah. Hari ini hari yang sangat berkesan untuk kita semuanya. Hujan rintik adalah tanda berkah, semoga Tuhan memberkati kita semua,” tuturnya.

Astrid juga mengapresiasi tema ibadah GKJ Danukusuman yang mengangkat kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, pesan tersebut relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tadi saya mendengar temanya soal merawat alam. Jadi pas sekali, dalam doa kita tidak hanya untuk keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga bagaimana kita lebih peduli terhadap lingkungan, mulai dari menjaga kebersihan hingga kelestarian alam,” tambahnya.

Ia juga menyoroti keistimewaan Paskah tahun 2026 yang beriringan dengan momentum Ramadan, yang dinilai mampu memperkuat nilai spiritual lintas umat beragama.

“Tahun ini sangat spesial karena kita juga sempat menjalani puasa bersama-sama di bulan Ramadan. Ini semakin meningkatkan iman kita kepada Tuhan serta mengingatkan tentang nilai pengorbanan dalam kehidupan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, akan terus memberikan perhatian terhadap kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian ibadah keagamaan di Kota Solo.

“Semoga seluruh rangkaian ibadah di gereja ini berjalan lancar dan aman. Selamat Paskah untuk seluruh umat Kristiani,” tegasnya.

Sementara itu pada ibadah Sabtu Sunyi ini, Pdt Uri menyampaikan refleksi dari kisah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus.

Pdt Uri menyampaikan bacaan Injil hari ini yang mengajak dan mengantarkan untuk merefleksi, bercakap dengan batin sendiri.

“Dari refleksi ini maka ada hal yang perlu kita terapkan perlu kita renungkan dalam kehidupan iman kita. Saya menganalogkan tubuh Yesus yang mati itu seperti bumi, bumi yang terluka, bumi yang sakit, bumi yang tercabik-cabik karena ulah manusia.
Bumi yang seringkali martabatnya sudah sangat rendah karena tidak dihargai oleh manusia. Maka seperti Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea bahwa kulminasi atau titik puncak iman kita itu sebuah katarsis iman, perwujudan iman yang sesungguhnya yaitu dengan merawat bumi,”.pesan Pdt. Uri.

Pdt. Uri menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea mestinya juga menjadi pengutusan bagi manusia untuk merawat bumi.

“Dan itulah panggilan kita dalam masa Paskah untuk mewujudkan iman yang sesungguhnya. Bahwa katarsis iman kita kepada Tuhan Yesus itu adalah satu tindakan nyata dengan merawat bumi yang sudah diberikan Tuhan untuk kita tinggali bersama dengan ciptaan yang lain. Selamat Paskah Tuhan memberkati,” pungkasnya.