SOLO, MettaNEWS – Mendukung meningkatnya minat baca masyarakat, Rotary Club of Solo Kartini, OSIS SMA Regina Pacis Ursulin Surakarta, Rotaract Solo Pakarti bekerja sama dengan para finalis Putra Putri Solo 2022 menghadirkan perpustakaan Omah Baca Nawala di Taman Jogo Kali Pucangarum Pucangsawit, Jebres Solo.
Program A Community Service Project ‘Youth for Literacy’ Taman Jogo Kali menyerahkan dua kotak buku beserta isinya yang diterima oleh Camat Jebres Ari Dwi Daryatmo didampingi Lurah Pucangsawit Yosef Fitriyanto dan Pengurus Perpustakaan Pucangsawit Yayuk Suprihatin.
President Rotary Club of Solo Kartini Fitriana Kusumawati menjelaskan proyek literasi Rotary Club of Solo Kartini lewat Omah Baca Nawala di Taman Sunan Jogo Kali ini menjadi yang kedua setelah proyek pertama berada di halaman Balaikota Solo.
“Melalui Omah Baca Nawala ini menjadi cara kita memikirkan lingkungan dan sesama. Sejak dini kita ajarkan literasi dan saling bekerja sama, belajar menjaga sarana umum untuk kepentingan bersama,” tutur Fitriana.

Ketua OSIS SMA Regina Pacis Ursulin sekaligus inisiator project Omah Baca Nawala Gayatri Kusumawardhani mengungkapkan kehadiran Omah Baca Nawala di Taman Sunan Jogo Kali ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi dari masyarakat Surakarta.
“Juga dapat menumbuhkan semangat gotong royong dengan konsep yang diusung adalah pinjam seperlunya dan sumbang seiklasnya. Jadi semoga dengan konsep perpustakaan terbuka ini mampu menumbuhkan minat baca dan semangat literasi sejak dini bagi anak-anak,” ungkap Gayatri.
Project Omah Baca Nawala masuk dalam final Youth 20 Awards dari 20 project yang diajukan dari berbagai negara peserta G20.
Rotary Past District Governor 3420 Indonesia Febri Hapsari Dipokusumo menambahkan kehadiran Omah Baca Nawala di Taman Sunan Jogo Kali atas permintaan dari pengelola perpustakaan Pucangsawit, Yayuk Suprihatin.
“Kami senang kalau warga yang meminta berarti mereka membutuhkan dan berarti mereka juga merasakan kehadiran Omah Baca ini sangat diperlukan. Konsepnya adalah semua boleh pinjam, boleh dibawa pulang tetapi harus dikembalikan supaya lebih banyak yang pakai dan berguna bagi masyarakat,” tutur Febri.

Pengelola Perpustakaan Pucangsawit, Yayuk Suprihatin menambahkan untuk menjaga agar buku tidak hilang akan dikonsep tidak boleh dibawa pulang.
“Minat baca anak-anak hingga orang tua di sini cukup bagus. Dengan adanya Omah Baca Nawala ini semakin memantik minat baca yang lainnya. Kami sangat berterima kasih dengan pemberian ini. Silahkan baca di sini sambil menunggu hidangan yang di pesan,” pungkas Yayuk.










