SOLO, MettaNEWS – Perpustakaan publik gratis Omah Baca Nawala terus berusaha meningkatkan minat baca masyarakat di Surakarta.
Omah Baca Nawala merupakan gagasan Rotaract Solo Pakarti bersama Rotary Club Solo Kartini sebagai bentuk dukungan mereka dalam meningkatkan literasi masyarakat. Perpustakaan mini ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan beragam koleksi buku bacaan.
Melalui program Omah Baca Nawala, masyarakat kini bisa menikmati perpustakaan publik gratis yang ditempatkan di berbagai sudut ruang publik. Menariknya, rak buku tersebut dibuat dari bahan daur ulang sampah plastik.
Omah Baca Nawala merupakan gagasan Rotaract Solo Pakarti bersama Rotary Club Solo Kartini sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan literasi masyarakat. Perpustakaan mini ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan beragam koleksi buku bacaan.
Presiden Rotary Club Solo Kartini, Naomi Anik, menjelaskan bahwa program Omah Baca Nawala telah berjalan selama empat tahun menyediakan fasilitas perpustakaan gratis bagi masyarakat.
Menurut Naomi, awalnya kotak Omah Baca Nawala dibuat menggunakan bahan kayu. Namun kini konsep tersebut berkembang dengan memanfaatkan bahan daur ulang plastik bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Dulu itu Omah Baca Nawala terbuat dari kayu. Setelah itu kita sudah mengisi di beberapa wilayah di Solo, kita menggencarkan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan daur ulang plastik bekas,” kata Naomi di Solo, Minggu (15/3/2026) sore.
Ia menjelaskan, setiap satu unit Omah Baca Nawala dibuat dari sekitar 20 kilogram sampah plastik yang diolah kembali sehingga memiliki tampilan menarik sekaligus ramah lingkungan.
“Jadi setiap satu Omah Baca Nawala terbuat dari 20 kilo sampah plastik,” ungkapnya.
Saat ini Omah Baca Nawala sudah tersebar di sejumlah ruang publik di Kota Solo. Beberapa lokasi yang telah memiliki fasilitas tersebut antara lain Lokananta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, Solo Safari, serta beberapa titik ruang publik lainnya.
“Untuk yang daur ulang ini sudah ada di Lokananta, lalu Stasiun Purwosari, Stasiun Balapan, Solo Safari, dan berbagai titik di Solo,” jelas Naomi.
Meski demikian, masih ada lima titik yang direncanakan akan segera dilengkapi dengan Omah Baca Nawala. Di antaranya dua titik di Bandara Adi Soemarmo, dua lokasi di Kelurahan Kerten dan Karangasem, serta satu titik di Kampung Batik Kauman.
“Rencananya dua titik di Bandara Adi Soemarmo, cuma titiknya mana belum dapat konfirmasi. Lalu dua ini di Kelurahan Kerten dan Karangasem. Satu lagi di Kampung Batik Kauman,” imbuhnya.
Naomi menambahkan, buku-buku yang tersedia di Omah Baca Nawala berasal dari donasi para anggota Rotary maupun para donatur di Solo.
Ia berharap keberadaan perpustakaan mini tersebut mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Pasalnya, menurutnya tingkat literasi di Solo masih tergolong rendah sehingga perlu berbagai upaya kreatif untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.
“Harapannya itu meningkatkan minat baca di Solo karena angka literasinya termasuk rendah. Jadi kita menjemput bola, karena kalau orang disuruh datang ke perpustakaan kadang agak susah,” jelasnya.
Ke depan, program Omah Baca Nawala tidak hanya berhenti di Solo. Pihaknya berencana memperluas konsep tersebut ke sejumlah kota besar lain seperti Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Surabaya.
“Ada dua tujuan dari Omah Baca Nawala. Satu untuk lingkungan dengan memberdayakan daur ulang sampah masyarakat, yang kedua untuk literasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Solo sekaligus istri Wali Kota Solo Respati Ardi, Vanessa Winastesia, menyambut baik program tersebut. Ia menilai Omah Baca Nawala menjadi spirit bagi Pemerintah Kota Solo dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
“Kita sama-sama bersinergi untuk meningkatkan minat baca terutama bagi masyarakat Solo,” kata Vanessa.
Ia menambahkan, berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan memang mengalami peningkatan. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya berdampak pada kenaikan indeks literasi masyarakat.
“Ini belum berarti indeks literasinya naik. Oleh karena itu kita sama-sama berupaya supaya indeks literasi masyarakat Solo bisa meningkat,” pungkasnya.







