SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan sport tourism sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi Kota Solo.
Hal tersebut disampaikan Respati usai mengikuti Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, serta para kepala daerah dan organisasi perangkat daerah se-Solo Raya.
Rembug pembangunan tersebut mengangkat tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”.
Respati memgungkapkan Kota Solo memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi kreatif dan syariah. Berbagai fasilitas serta kawasan strategis telah tersedia dan siap dioptimalkan untuk mendukung sektor tersebut.
“Solo sudah siap sekali, apalagi perkembangan fasilitas ekonomi syariah. Kita memiliki Pasar Kliwon, lalu ada Masjid Zayed dan lain-lain. Kita akan kembangkan dan fokusnya adalah pariwisata ekonomi kreatif dan syariah,” kata Respati.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Surakarta juga tengah menyiapkan berbagai stimulus bagi pelaku usaha pariwisata, ekonomi kreatif, dan ekonomi syariah agar sektor tersebut semakin berkembang dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, dukungan kepada pelaku usaha menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus membuka peluang kerja baru.
“Kami menyiapkan stimulus bagi rekan-rekan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Solo dan menciptakan lapangan kerja,” bebernya.
Respati optimistis pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif dan syariah akan semakin memperkuat posisi Solo sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selain itu, Pemkot Solo juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sport tourism atau wisata olahraga. Menurut Respati, berbagai fasilitas olahraga berstandar nasional dan internasional yang dimiliki Kota Solo menjadi modal penting untuk menarik penyelenggaraan event olahraga berskala besar.
Ia menyebut Solo baru saja mendapat kepercayaan untuk menjadi pusat pengembangan liga amatir serta training center Tim Nasional U-17 Indonesia.
“Kami juga sudah ditunjuk oleh pengurus FIFA dan Exco PSSI untuk fokus pengembangan liga amatir di Solo dan menjadi training center Timnas U-17. Kami memiliki banyak lapangan yang baik dan akan dimaksimalkan agar memberikan dampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Respati menambahkan, sejumlah proyek infrastruktur olahraga juga segera rampung, di antaranya pembangunan GOR Indoor dan revitalisasi fasilitas olahraga di kawasan Manahan, termasuk Kolam Renang Tirtomoyo.
“GOR Indoor habis ini selesai, Tirtomoyo Manahan juga akan selesai. Jadi kami benar-benar siap menjadi destinasi sport tourism. Semua fasilitas olahraga akan kami benahi agar layak digunakan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tandasnya.








