DEMAK, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengkaji pengembangan kawasan industri halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah di daerah. Dalam rencana tersebut,
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong keterlibatan dunia pesantren dalam membangun ekosistem industri halal di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (18/5/2026).
“Kami sedang mengkaji kawasan industri halal di Jawa Tengah yang insyaallah akan kami segerakan,” kata Taj Yasin Maimoen.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri halal tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat muslim dalam menjalankan aktivitas konsumsi maupun produksi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Rencana pengembangan industri halal itu juga sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang menempatkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan baru di daerah.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai pondok pesantren memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam pengembangan kawasan industri halal. Pesantren, lanjutnya tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat berkontribusi dalam penguatan sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Ia bahkan berharap Pondok Pesantren Sulaimaniyah dapat ikut terlibat dalam pengembangan kawasan industri halal di Jawa Tengah.
“Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas,” ujar Gus Yasin.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah, Ustaz Dede Sarif Hidayatullah, mengatakan pembangunan pesantren di Mranggen tersebut akan menjadi cabang ke-12 Sulaimaniyah di Jawa Tengah.
“Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah santri Sulaimaniyah di Jawa Tengah mencapai sekitar 800 orang. Bahkan pada 2025 lalu, sebanyak 88 santri asal Jawa Tengah memperoleh beasiswa pendidikan ke Turki.
Menurut Dede, keberadaan pesantren tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan ini semuanya menjadi kebarokahan untuk negeri tercinta kita Indonesia,” pungkasnya.








