SOLO, MettaNEWS – Setelah empat tahun sejak peluncuran pertamanya, program Omah Baca Nawala kembali hadir dengan wajah baru. Kali ini, 15 unit rumah baca diluncurkan secara serentak pada Jumat, 18 Juli 2025, dengan keunikan: seluruh unit dibuat dari 20 kg sampah plastik daur ulang jenis HDPE.
President Rotaract Solo Pakarti, BRAj Gayatri Kusumawardhani , menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi lintas komunitas untuk menghadirkan akses literasi yang inklusif sekaligus berkelanjutan secara lingkungan.
“Dibanding 2021, kali ini lebih istimewa karena semua unit terbuat dari sampah plastik yang kami kumpulkan lewat 10 bank sampah di Solo. Kami bermitra dengan sekolah, restoran, Solo Safari, dan pusat perbelanjaan,” jelasnya.
Sampah plastik seperti tutup botol dan wadah kosmetik dikumpulkan, dicacah, dan diolah oleh mitra daur ulang di Yogyakarta. Proses ini menciptakan struktur unit Nawala yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga kokoh dan menarik secara visual.
Hingga kini, terdapat 27 unit Nawala yang tersebar di Solo, termasuk Stasiun Balapan, Stasiun Purwosari, dan Solo Safari. Tahun ini, unit baru akan ditempatkan di Lokananta, Solo Technopark, serta memperluas jangkauan ke Semarang dan Yogyakarta.
Naomi Anik, President Rotary Club of Solo Kartini 2025–2026, menyebut proyek ini bukan hanya menjawab tantangan lingkungan, tapi juga kebutuhan mendesak akan literasi.
“Kita tahu anak muda hari ini dekat dengan gadget, namun literasi melalui buku fisik tetap penting untuk membangun daya pikir dan kepekaan,” ujarnya.
Kepala SMA Regina Pacis Surakarta, MM. Wahyu Utami, M.Pd, yang sejak awal menjadi mitra aktif program, mengungkapkan dukungan konkret sekolah melalui pengumpulan buku dan pelibatan OSIS.
“Kami lihat buku di Nawala laris dibaca, bahkan sering kosong. Kami tak mempermasalahkan buku tidak kembali, karena berarti dibaca. Itu yang penting,” katanya.
Nawala kini tak sekadar rak buku. Omah Baca Nawala menjadi simbol gerakan literasi yang ramah lingkungan, terbuka, dan gotong royong, dari sampah, jadi manfaat.
Ketua TP PKK Surakarta, Vanessa Winastesia Respati, turut mengapresiasi inisiatif ini dan berharap rumah baca Nawala ke depan dapat hadir di taman-taman kota dan lingkungan padat untuk menjangkau anak-anak kurang beruntung.
“Mari kita jaga dan dukung bersama. Nawala ini milik kita semua,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari The Oneness-Heart Tears and Smiles, Worldwide Humanitarian Service of the Sri Chinmoy Centres dan Involved with Indonesia since 2004 after the Tsunami in Aceh thousands of drawings from Kids Around the World for kids in Aceh serta Solo Paragon Lifestyle Mall.








