SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo memberikan tanggapan santai saat ditanya kemungkinan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, kalah dalam Pemilu Raya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, kalah dan menang merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Dalam pemilihan, dalam demokrasi, kalah dan menang itu biasa. Jadi, siapapun yang menang harus kita hormati. Yang kalah, nanti coba lagi,” ujar Jokowi kepada awak media, Jumat (18/7/2025) di kediamannya di Sumber, Solo.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses e-voting pemilihan Ketua Umum PSI, yang kali ini dibuka secara demokratis melalui sistem Pemilu Raya internal partai. Salah satu kandidat utamanya adalah Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat Ketua Umum PSI. Kaesang bersaing ketat dengan dua tokoh lainnya yakni Ronald Aristone Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang.
Ketua Stering Commite Kongres PSI Andy Budiman mengungkapkan bahwa proses e-voting telah berjalan dan melibatkan partisipasi luas dari anggota PSI.
“Kami tidak bisa bocorkan hasil e-voting saat ini, tetapi sejauh ini sudah ada 123.003 partisipan. Datanya cukup signifikan dan kalau saya lihat, Mas Kaesang unggul,” ujar Andi.
Andi juga menjelaskan bahwa pemetaan dukungan antar kandidat cukup beragam.
“Mas Kaesang kuat banget di Jawa Tengah dan Jakarta. Bro Ron (Ronald) kuat di Kalimantan, Riau, dan beberapa daerah lainnya,” paparnya.
Menanggapi tudingan bahwa Pemilu Raya PSI hanya formalitas untuk mengukuhkan Kaesang, Andi Budiman membantah keras.
“Justru sebaliknya, proses ini membuka ruang demokrasi. Baik yang mendukung maupun tidak mendukung Mas Kaesang, semua diberi kesempatan kampanye dan berpartisipasi,” tegasnya.
Andi menambahkan bahwa jika tujuannya hanya untuk mengukuhkan Kaesang, tidak perlu dilakukan Pemilu Raya.
“Kalau hanya untuk mengukuhkan, ya tinggal tunjuk saja. Tapi ini proses demokratis, dan hasilnya ditentukan oleh suara seluruh anggota PSI. Itu mencerminkan semangat demokrasi,” katanya.
Dengan proses pemilihan terbuka ini, PSI berharap memperkuat komitmennya sebagai partai modern yang menampung berbagai aspirasi anggotanya. Siapapun yang terpilih nantinya, partai menegaskan akan menghormati hasil sebagai cerminan suara demokratis internal.







