SOLO, MettaNEWS – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta memasuki usia ke-46 tahun dengan membawa semangat untuk terus bertumbuh, bertransformasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Momentum tersebut dirayakan bersamaan dengan Wisuda Program Magister ke-11, Sarjana ke-93, dan Vokasi ke-4. Mengusung tema “46 Tahun Mewujudkan Generasi Berkarakter, melalui Digitalisasi menuju Prestasi Unggul”, Dies Natalis ke-46 UTP menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah pengembangan perguruan tinggi ke depan.
Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., mengatakan perjalanan selama 46 tahun tidak hanya menjadi penanda usia institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat berbagai capaian yang telah diraih dan memperkuat komitmen UTP dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di tengah perubahan zaman.
“Empat puluh enam tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi bagi UTP ini bukanlah garis akhir. Justru menjadi titik untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan keberanian untuk memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Winarti.
Salah satu capaian penting UTP pada Dies Natalis ke-46 adalah hadirnya Program Studi Magister Manajemen. Pembukaan program studi jenjang magister tersebut menjadi bagian dari langkah strategis UTP untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi manajerial dan kepemimpinan.
Menurut Prof. Winarti, kehadiran S2 Manajemen menunjukkan bahwa UTP terus berkembang, tidak hanya berorientasi pada pendidikan sarjana dan vokasi, tetapi juga memperkuat jenjang pendidikan pascasarjana.
“Lahirnya S2 Manajemen menjadi salah satu bukti bahwa UTP terus bertumbuh. Kami ingin UTP bukan hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi menjadi ruang untuk membentuk pemimpin dan profesional yang mampu memberikan dampak nyata,” katanya.
Perkuat Akademik dan Kolaborasi
Wakil Rektor I Bidang Akademik UTP Surakarta, Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si., mengatakan pengembangan akademik menjadi salah satu fokus utama UTP dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Prof. Suswadi menyampaikan pengembangan program studi ke depan akan diarahkan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dunia industri, maupun pemerintahan.
“Penguatan kualitas akademik menjadi bagian penting dari perjalanan UTP ke depan. Program studi dan pendidikan harus terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja, tanpa meninggalkan pembentukan karakter mahasiswa,” kata Suswadi.
Selain pengembangan program studi, UTP juga memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah melalui sejumlah program, di antaranya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi UTP dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih fleksibel sekaligus penguatan profesionalisme tenaga pendidik.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Aset UTP Surakarta, Dr. Tri Hartanto, S.T., M.Sc., menambahkan bahwa penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan pengembangan akademik.
“UTP terus berupaya membangun tata kelola yang mendukung proses pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai kerja sama strategis. Transformasi kampus harus didukung dengan pengelolaan administrasi, keuangan, dan aset yang semakin baik dan adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ungkap Dr. Tri.
Terima 30 Mahasiswa Beasiswa Sawit
Pada tahun ini, UTP juga kembali mendapatkan kepercayaan dalam mendukung program beasiswa melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebanyak 30 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit dari berbagai daerah di Indonesia menempuh pendidikan di UTP.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai wilayah tersebut menambah keberagaman latar belakang budaya dan pengalaman di lingkungan kampus.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UTP. Bagi kami, 30 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit bukan hanya angka, tetapi 30 generasi muda yang membawa harapan dari daerahnya masing-masing untuk mendapatkan pendidikan dan kemudian kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Prof. Winarti.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Drs. Nuruddin Priya Budi S., M.Or., mengatakan pengembangan mahasiswa di UTP tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga prestasi, kreativitas, kepemimpinan, olahraga, budaya, serta kemampuan berkolaborasi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan lingkungan yang semakin global. Karena itu, pengembangan mahasiswa secara utuh menjadi bagian penting dalam perjalanan UTP,” tutur Nuruddin.
Perkuat Jejaring Internasional
Semangat internasionalisasi UTP juga diwujudkan melalui penyelenggaraan International Conference on Education, Engineering, Technology and Environment (ICEETE) 2026 pada Juli lalu.
Konferensi tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Inggris, Amerika Serikat, Filipina, serta Indonesia.
Selain konferensi, UTP juga menggelar Goara-Goara International Competition yang mempertemukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Indonesia (UII), UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Duta Bangsa (UDB), serta jejaring mahasiswa internasional.
Nuruddin mengatakan internasionalisasi tidak semata-mata dilakukan melalui konferensi akademik.
“Internasionalisasi bukan hanya tentang menghadirkan narasumber dari luar negeri. Interaksi antarmahasiswa melalui kompetisi, kreativitas, budaya, dan aktivitas bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun global mindset mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Suswadi menambahkan, jejaring internasional diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Harapannya, jejaring internasional yang dibangun UTP dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, dan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri,” ujarnya.
Diwarnai Beragam Prestasi
Dies Natalis ke-46 UTP juga diisi berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Rangkaian kegiatan meliputi wayangan dan tirakatan, seminar internasional ICEETE, Goara-Goara International Competition, hingga senam gayeng dan jalan sehat yang digelar pada Agustus lalu.
Di bidang prestasi, sejak Mei hingga September 2026, sivitas akademika UTP mencatat sejumlah capaian.
Di antaranya Tim Atletik Master UTP yang meraih juara umum Kejuaraan Atletik Master Jateng 2026, tim dosen UTP meraih juara III Turnamen Lapangan LLDIKTI VI Jateng 2026, serta mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FKIP UTP, Arlyansyah Abdulmanan, yang dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Presiden Elite 2026.
Mahasiswa PGSD UTP juga meraih medali emas dalam PEKSIMIDA 2026 cabang fotografi. GENBI UTP meraih juara III sekaligus The Best Supporter dalam Jawara Kenduren Bank Indonesia 2026.
Prestasi lainnya datang dari mahasiswa PKO UTP, Freddy Setiawan, yang meraih medali emas dan perunggu pada ajang Parabadminton Internasional Prancis 2026.
Sementara itu, Tim Rancang Bangun UTP meraih juara I Lomba Kuat Beton Petra Civil Expo 2026, juara II lomba beton nasional di Bali, serta juara III Fondays Days 2026 yang diselenggarakan HMDS Sekolah Vokasi Program Studi Teknik Sipil UNS.
Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Pertanian UTP juga mengikuti International Internship Program Japan.
Tri Hartanto mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UTP berjalan di berbagai bidang.
“Prestasi sivitas akademika menjadi bagian dari indikator bahwa proses pengembangan di UTP tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Prestasi mahasiswa dan dosen di bidang olahraga, seni, kompetisi akademik, maupun kegiatan internasional menunjukkan bahwa ekosistem kampus terus berkembang,” katanya.
Luluskan 18.544 Sarjana
Dalam momentum wisuda kali ini, UTP meluluskan 398 wisudawan Program Sarjana.
Dengan tambahan lulusan tersebut, sejak berdiri pada 1979/1980 hingga saat ini UTP Surakarta telah meluluskan 18.544 lulusan Program Sarjana, 60 lulusan Program Magister, 8 lulusan Program Sarjana Terapan, dan 15 lulusan Program Diploma III.
Wisuda juga dirangkaikan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Dr. Diana Dewi Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd. Kehadiran orasi ilmiah diharapkan menjadi ruang refleksi akademik bagi sivitas akademika sekaligus memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang pendidikan tinggi di masa depan.
Winarti menegaskan, memasuki usia ke-46, UTP ingin bergerak dari kampus yang bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin berdampak.
“Di usia ke-46 ini, semangat kami sederhana: terus bertumbuh, terus berprestasi, dan terus memberikan dampak. Karena bagi UTP, menjadi kampus juara bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi tentang bagaimana setiap prestasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.








