SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo akan segera melakukan revitalisasi pada Taman Sriwedari. Berpegang pada putusan MA pada Nomor 2085 K/Pdt/2022, yang memenangkan Pemkot Solo, pada rapat Badan Anggaran dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dibahas penataan kawasan Sriwedari.
Rapat Banggar dan TAPD yang membahas APBD Tahun 2023 dipimpin oleh Ketua DPRD Surakarta Boedhi Prasetyo beberapa waktu lalu.
Pada rapat tersebut diputuskan Pemkot Surakarta di dukung DPRD kota Surakarta di APBD Tahun 2023 mulai melakukan Penataan kawasan Sriwedari khususnya dari segi anggaran.
“Kita sepakati untuk penataan kawasan Sriwedari setelah di bahas mendapat anggaran Rp 2 miliar,” jelas Boedhi, Selasa (25/10/2022).
Boedhi mengatakan pembahasan Banggar dan TAPD berlangsung hingga malam hari dan fokus penataan Sriwedari.
“Sesuai dengan arahan Wali Kota untuk segera melakukan Penataan Kawasan Sriwedari agar suasana di kawasan Sriwedari menjadi hidup dan meriah kembali,” tutur Boedhi.
Ketua TAPD yang juga Sekda Kota Surakarta Ir. A Yani juga sudah menyetujui anggaran yang akan digelontorkan pada 2023 tersebut.
“Itu anggaran awal. Memang Untuk membuat Sriwedari moncer butuh anggaran yang banyak, ya sabar dulu yang penting terlaksana,” ungkap Yani.
Usai rapat Banggar dan TAPD, Anggota Banggar Roy Saputro menjelaskan sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan di Banggar pihaknya akan mendukung semua proyek yang berhubungan dengan masyarakat.
“Tentu akan melaksanakan instruksi Pak Rudy sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, supaya mendukung Mas Wali dan Pak Wakil Walikota dalam Penataan Kawasan Sriwedari.
Sementara itu, untuk kelanjutan pembangunan Masjid Sriwedari Ketua Fraksi PDI Perjuangan YF Sukasno mengatakan Banggar akan tetap memperjuangkan anggaran pembangunan.
“Kita masih koordinasi dan rapat, komunikasi dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota juga dengan TAPD. Prinsipnya Dewan mendukung langkah-langkah Mas Wali Kota dan siap ikut memperjuangkan anggaran kelanjutan pembangunan Masjid Sriwedari,” pungkas Kasno.







