Tak Semua Belajar di Rumah, Hanya Sekolah yang Terdampak Muktamar Muhammadiyah

oleh
Pendidikan
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mulai mengatur skenario Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan diterapkan saat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah berlangsung pada 18-20 November 2022.

Kepala Disdik Kota Solo, Dian Rinetta mengatakan PJJ ini berlaku untuk sekolah-sekolah yang terdampak secara langsung kegiatan Muktamar Muhammadiyah. Salah satu titik lokasi yang terdampak tersebut yakni sekolah yang berada di sekitar venue Stadion Manahan.

“Bukan libur tapi PJJ tidak semua sekolah hanya sekolah yang kena dampak langsung dengan kemacetannya tamu-tamu yang akan mengikuti Muktamar, yang arah Jebres misalnya itu nggak kena,” kata Dian kepada MettaNEWS, Senin (7/11/2022).

Data sementara yang ia terima ada enam sekolah yang akan menerapkan PJJ ini. Diantaranya SMPN 24 Solo, SMPN 25 Solo, SMPN 1 Solo, SDN Mangkubumen Lor Nomor 15, SDN Mangkubumen Kidul Nomor 16, SDN Muh Alam Surya Mentari dan sejumlah SDN lainnya yang berada di sekitar Manahan.

“Kita sedang inventarisasi sekolah yang memang akan dipakai untuk ruang transit, sekolah mana yang terlewati, karena kita panitia juga menunggu totalnya. Yang sudah jelas sekitar Manahan dipakai semua,” terangnya.

Pihaknya masih menunggu data lengkap sekolah yang akan mengajukan PJJ dengan menyesuaikan moda transportasi yang akan transit di tiap sekolah. Sementara untuk saat ini terdapat satu sekolah yang sudah meminta izin untuk melaksanakan PJJ lebih dulu.

“SMPN 6 sudah minta izin PJJ karena jalannya haul Pasar Kliwon jadi kita izinkan. Kalau yang lain masih menunggu ya karena panitia harus tahu dulu yang mau transit iyu bus, mobil kecil atau mobil panggung,” katanya.

Adapun pertimbangan dipilihnya PJJ saat rapat bersama seluruh stakeholder terkait ini diambil dari pengalaman yang sudah-sudah. Di mana ketika event besar berlangsung jam sekolah anak-anak berantakan. Baik terlambat saat datang maupun lebih lama saat perjalanan pulang sekolah.

“Pernah kita coba tidak PJJ anak-anak banyak yang terlambat sangat lama saat pulang. Alhamdulillah sekarang sudah bisa metode PJJ. Saya rasa selama pandemi ada nilai plusnya sudah terbiasa PJJ materi sudah siap untuk PJJ sehingga sekarang bisa jadi alternatif saat kondisi emergency seperti ini,” ujar Dian.

Menurutnya PJJ pilihan paling tepat ketimbang libur. Terlebih anak-anak sudah terbiasa mengikuti metode pembelajaran seperti ini saat pandemi. Esensi PJJ juga menurutnya tak mengurangi nilai atau makna pembelajaran.

“Prinsipnya kalau mengganggu sekolah baik karena ramai atau sebagainya maka kita membuat pola PJJ. Materi sudah siap maka tak ada masalah kalau mau PJJ kita tinggal nunggu saja surat edaran kapan tepatnya,” jelas Dian.

Dian mengimbau penggembira yang menggunakan sekolah untuk transit selama Muktamar berlangsung dapat menjaga kebersihan. Selain itu ia juga meminta antara pantia, pihak sekolah dan penggembira untuk saling berkoordinasi.

“Imbauan untuk penggembira saya minta ada komunikasi ke panitia karena mereka butuh kepastian terutama perihal kunci hari-hari libur tidak sekolah soal jamnya masuk jam berapa itu kan saling terkiat dengan penjaga sekolah,” ucap Dian.

Pihaknya akan mendukung gelaran Muktamar Muhammadiyah ini secara penuh.  Untuk itu ia akan terus berkoodinasi dengan stakeholder lain.

“Kami titip ke pantia titip kebersihan kita sudah siapkan tempat-tempat sampah. Kita harapkan saling menjaga kebersihan apalagi kebersihan bagian dari iman. Jadi sudah pasti kita mengedepankan kebersihan. Secara umum semua sekolah siap membantu pelaksanaan Muktamar,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan beberapa sekolah akan dipakai sebagai tempat menginap bagi para peserta Muktamar Muhammadiyah yang datang dari berbagai daerah.

“Ya ada beberapa sekolah yang akan digunakan untuk transit,” terangnya saat ditemui Kamis (3/11/2022).