Suasana Sidang Pemilihan Ketua Umum Hipmi Kembali Memanas, Polres Terima Laporan Korban Adu Jotos

oleh
oleh
Sidang Pleno IV Hipmi dengan agenda pemilihan dan penetapan ketua umum periode 2022-2027 | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Hingga pukul 11.30 WIB sidang pleno IV dengan agenda  pemilihan hingga penetapan Ketua Umum BPP Hipmi periode 2022-2025 belum dimulai. Namun didalam ruangan sidang suasana sudah memanas antara peserta dan panitia sidang.

Pantauan mettanews.id di ruangan sidang yang bertempat di ballroom Alila Hotel Solo, Selasa, (22/11/2022) panitia sidang berusaha menenangkan peserta yang berteriak memprotes jalannya registrasi peserta pemilihan.

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2022) malam juga terjadi baku hantam antar peserta munas.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas HIPMI XVII, Muhammad Ali Affandi menjelaskan agenda hari ini tetap berjalan sesuai rundown.

“Agenda pasti berjalan sesuai jadwal. Hanya saja dengan pelajaran kemarin kita akan lebih sesuaikan. Ya biasalah kan kalau misalkan dari pagi belum makan kan gampang emosi,” tutur Ali di Alila Hotel Solo, Selasa (22/11/2022).

Ali mengungkapkan baku hantam tersebut terjadi di luar forum setelah selesai sidang pleno.

“Kalau masalah administrasi seperti forum tidak ada apa-apa. Karena prinsipnya pleno sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita juga sudah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan teknis insyallah akan coba kita perbaiki jika ada kekurangan- kekurangan,” ujar Ali.

Ketika disinggung masalah dukungan pada salah satu calon, Ali mengatakan hal tersebut terjadi di luar agenda forum.

“Ya dinamikanya menghangat lah, jangan sampai panas, itu semua di luar agenda forum, mau keluar, mau istirahat ya salah paham aja itu, tapi insyaallah kami akan selesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Ali membeberkan kemungkinan terjadinya gesekan tersebut karena molornya waktu sidang.

“Kita selesai jam 12 malam, harusnya selesai jam sepuluhan. Kan keputusan yang baik itu harus disertai dengan kesehatan, makannya kenyang, dan fokus, la kalo misalnya sudah capek kan nyenggol sedikit bisa jadi saling menyalahkan,” kata Ali.

Agenda kemarin lanjut Ali adalah sidang pleno satu untuk membacakan tata tertib dan sebagainya.

“Insyaallah hari ini akan kita coba selesaikan seperti arahan dari senior-senior kami supaya diselesaikan secara internal. Proses mediasi juga langsung kami lakukan kemarin. Sekali lagi kami mohon maaf kalau misalkan ada yang kurang berkenan, kami organisasi yang masih banyak belajar, jadi kami ingin menyelesaikan dengan kekeluargaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi menambahkan pihaknya sudah menerima laporan dari terduga korban atas nama MAA (40 tahun).

“Namun demikian sekali lagi kami sampaikan dari panitia juga mengharapkan agar adanya mediasi antara pihak yang berselisih,” tandas Iwan.

Kapolres menyebut Hipmi merupakan suatu keluarga besar dimana yang ada di dalamnya adalah keluarga.

“Mereka berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan namun demikian laporan yang masuk ke kami sudah kami terima, dan laporan itu pun juga akan kami tindak lanjuti.  Tidak menutup kemungkinan akan kita tempuh damai jika kedua belah pihak yang terlibat selisih paham itu menghendaki penyelesaian secara kekeluargaan,” pungkas Iwan.