SOLO, MettaNEWS – Upaya menjaga kelestarian alam dengan penghijauan, OSIS SMA Regina Pacis Surakarta adakan reboisasi ‘Gerakan Pohon Mimpi’ di Urban Forest Bengawan Solo Pucangsawit, Jebres, Selasa (21/3/2023).
Ketua Panitia ‘Gerakan Pohon Mimpi’, Daniel Adrian Hartanto menjelaskan ini merupakan kegiatan yang puncaknya atau hasil akhirnya adalah sebuah upaya penghijauan di kawasan taman Urban Forest Bengawan Solo.
“Kegiatan ini kami prakarsai atas tiga dasar utama yakni untuk mengajak siswa berkontribusi, impelementasi intregated learning dalam bentuk kepedulian lingkungan dan edukasi holistik lewat penghijauan,” tutur Daniel.
Daniel menyebut OSIS SMA Regina Pacis Surakarta terus berusaha mengajak siswa untuk bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat, lingkungan hidup. Dan isu-isu kelestarian alam sekitar yang bukan hanya berehnti pada konsep, ide dan gagasan melainkan ada tindak lanjut nyata.
“Terlebih lagi saat ini siswa SMA Regina Pacis sedang sibuk dalam pembuatan integrated learning atau sebuah modul. Yakni sistem pembelajaran kelompok atau seluruh siswa bekerja sama membentuk kelompok untuk menciptakan sebuah project dengn tema gaya hidup berkelanjutan. Kami ingin mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya berhenti pada konsep semata. Karena sekolah tidak hanya membangun konsep namun juga harus ada tindak lanjutnya, aktualisasinya. Supaya mampu mengaktualisasikan gagasan yang mereka miliki tentang gaya hidup berkelanjutan dalam kehidupan yang nyata,” papar Daniel.
Penanaman pohon di Urban Forest bertepatan dengan Hari Hutan Nasional. Daniel menjelaskan, setiap tahun OSIS SMA Regina Pacis rutin menggelar aksi yang menyasar pada kepedulian sosial.
“Tahun ini bergeser sedikit dengan membahas isu-isu kelestarian alam, aspek pembinaan lingkungan hidup. Intinya kami mencoba lebih merata dengan tidak meninggalkan isu-isu lain. ‘Gerakan Pohon Mimpi ini hadir sebagai sebuah sarana pembelajaran yang holistik. Bukan hanya sporadis atau secara langsung asal main tanam, asal main babat, tapi harus ada nilai-nilai edukasi untuk para siswa. Karena setiap pohon donasi dari para siswa itu harus disertai degan sebuah mimpi atau visi anak muda,” tandasnya.
Daniel memaparkan, secara umum kegiatan berlangsung dalam 3 tahapan. Tahap pertama OSIS membuka atau mengajak seluruh siswa-siswi atau perwakilan kelas untuk berkontribusi mendonasikan bibit buah. Kriteria bibit donasi adalah tanaman buah dengan tinggi 1-1.5 m, memiliki ciri-ciri harus berakar kuat, berkayu dan berdaya tahan tinggi,” terang Daniel.
Pengurus OSIS ini mengungkapkan, syarat tanaman harus berdaya tahan tinggi melihat Urban Forest adalah bantaran sungai yang sangat rawan terkena abrasi.
“Urban Forest termasuk kawasan yang cukup rentan untuk terjadi abrasi. Pengikisan karena rawan terjadi luapan air sungai. Maka proses reboisasi ini sangat penting dan berguna untuk menahan tanah dan menjaga tanah agar tetap solid saat terjadi luapan air,” tuturnya.
Puncak kegiatan adalah pada tanggal 21 Maret 2023. Pengurus OSIS Regina Pacis mengajak komunitas pecinta alam, DLH, BBWS Bengawan Solo. Melakukan gotong royong untuk menanam bibit atau pohon yang sudah terkumpul.
“Jadi mereka bukan hanya mendonasikan bibit, mengupayakan penghijauan namun juga ada nilai edukasinya. Total bibit pohon yang kami tanam sekira 65 bibit buah. Berbagai macam pohon buah mayoritas mangga, kelengkeng, rambutan, durian, alpukat, pete. Intinya harus memenuhi syarat karena tanaman tersebut ditanam di bantaran sungai Bengawan Solo. Kalau tidak memiliki daya tahan yang tinggi akan sangat rawan terseret arus air,” jelasnya.
‘Gerakan Pohon Mimpi’ lanjut Daniel, melibatka banyak pihak seperti DLH, komunitas pecinta alam, dan masyarakat.
“Intinya adalah pengurus OSIS hadir sebagai sebuah konseptor, mesin penggerak, subyek pemberdaya yang menggerakkan teman-teman sebanyak mungkin. Supaya dampaknya juga lebih luas. Selain itu, taman Urban Forest lokasinya dekat dengan warga maka 3 hingga 10 tahun mendatang warga sekitar bisa menikmati hasil tanaman buah ini,” pungkas Daniel.







