SOLO, MettaNEWS – Mendidik jiwa toleransi sejak dini, SMA Regina Pacis Surakarta menggelar Pagelaran Seni Nirwana Nusantara. Kegiatan yang melibatkan ana didik sebagai panitia ini berlangsung di Auditorium SMA Regina Pacis (Ursulin) Surakarta, Kamis (26/1/2023).
Kepala Sekolah SMA Regina Pacis Surakarta, Rosalia Widiastuti menjelaskan acara ini selain untuk merayakan pesta pelindung sekolah juga masuk dalam pembelajaran kurikulum merdeka.
“Pentas seni menampilkan karya anak-anak yang berliterasi selama hampir dua bulan. Persiapan selama dua bulan tersebut menghasilkan karya orisinal mereka. Jadi anak berkreasi sendiri seperti membentuk tim kosmetik, tim acara, tim IT, prasarana dan lainnya,” ungkap Rosalia sebelum acara mulai.
Dari kegiatan ini lanjut Rosalia siswa bisa belajar banyak hal. Rosalia menyebut memang tidak mudah mengkoordinasikan murid-murid yang mempunyai tugas masing-masing selain mempersiapkan acara.
“Siswa bisa belajar banyak hal. Karena bagaimana mengkoordinasikan anak-anak ini tidak mudah. Tapi anak-anak bisa belajar bahwa kita mau mendengarkan, mau belajar berkomunikasi, saling menghargai, kedisiplinan dan kekompakan,” tutur Rosalia.
Mengangkat tema besar Bhinneka Tunggal Ika, Rosalia mengatakan seluruh siswa terlibat dan mengisi acara pada pentas seni ini.
“Selain gelar karya, Pensi, minggu depan ada baksos dari anak-anak OSIS. Seluruh siswa mengikuti pensi dan gelar karya ini yang terbagi dalam beberapa kelompok,” imbuhnya.
Nirwana Nusantara Terapkan Konsep Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Ketua Panitia Pagelaran Seni Nirwana Nusantara, Jonathan Frederico Subagiyo mengungkapkan, persiapan kegiatan ini menjadi dinamika yang hidup antara siswa.
“Kami berproses dan berdinamika bersama. Seluruh siswa terlibat dalam pagelaran seni Nirwana Nusantara ini,” jelas Erick.
Tantangan yang paling utama mempersiapkan kegiatan ini menurut Erick terletak pada komunikasi dan koordinasi.
“Itu yang paling susah. Tapi bagaimana teman-teman seluruh siswa yang terlibat bisa bekerja sama dengan baik. Karena tujuannya bukan hanya untuk kita, tujuannya kita salurkan untuk masyarakat sekitar kita,” ujarnya.
Pemilihan nama kegiatan juga mempunyai makna sendiri. Erick menyebut judul utama terdiri dari dua kata yakni Nirwana (surga) dan Nusantara (Indonesia).
“Terdiri dari dua kata nirwana dan nusantara. Nirwana kan surga, nusantara Indonesia. Jadi kita ingin mengangkat bagaimana surganya Indonesia. Yang penuh dengan keberagaman yang ada. Seperti di Ursulin sendiri kan tidak semua dalam satu golongan, dalam ras, agamanya juga berbeda. jadi kami menunjukan dan menampilkan inilah Ursulin Indonesia. Yang bisa mewadahi karya-karya anak bangsa dan juga bisa meningkatkan toleransi dan keberagaman di Indonesia. Itu sendiri yang paling penting menjaga keberagaman di Indonesia,” paparnya.
Hasil karya kerajinan dari murid-murid tersebut Sebagian ada yang dilelang. Sebagian hasil lelang akan diserahkan pada panti asuhan Lentera untuk anak-anak terkena HIV Aid.
“Jadi bagaimana kita memberikan dampak tidak hanya untuk kita sendiri tapi juga untuk sekitar sekolah juga. Semua panitia mengenakan pakaian adat. Ada yang pakaian adat Sumatera, Papua, Jawa dan lainnya. Inilah Indonesia yang beragam. Kita ingin menunjukkan inilah Indonesia yang punya keberagaman. Dan kita sebagai generasi muda bisa untuk ikut membangun, menjaga dan melestarikan,” tukasnya.

Perwakilan siswa BRA. Kusuma Putri Saraswati menambahkan penting mengangkat tema kebhinnekaan terutama bagi kalangan generasi muda.
“Sekolah kami mempunyai program integrated learning. Kali ini tema nya adalah kebhinekaan. Contohnya di Nusantara ini banyak sekali perbedaannya. Mulai dari ras, ataupun dari suku, agama. SMA Ursulin sudah menunjukan kebhinekaan itu sendiri,” kata Saras yang juga sebagai salah satu panitia Pentas Seni Nirwana Nusantara ini.
Murid dari kelas 10 G ini mengungkapkan, sekolahnya terdiri dari siswa yang beragam mulai dari agama, ras hingga golongan.
“Namun perbedaan itu yang menyatukan kita. Itu yang kami tonjolkan pada pagelaran seni ini. Tema besarnya adalah Nusantara, budaya Indonesia. Sikap toleransi di SMA Ursulin sudah terbentuk dengan sangat baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Bidang SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 7 Edi Purwanto dalam sambutannya menyampaikan, lewat Pensi ini murid SMA Ursulin menampilkan kebolehannya.
“Dalam rangka penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam program sekolah merdeka, peserta didik di Regina Pacis ini menampilkan kebolehannya, prestasi dan karyanya. Ini tempat bagi peserta didik untuk berkreasi. Menampilkan hasil karya. Dengan harapan setelah lulus bisa mengaplikasikan yang ilmu dan pengalaman di bangku sekolah,” pungkasnya.









