Siswa SDN 56 Bromantakan Solo Berdoa untuk Korban Anak-anak di Kanjuruhan

oleh
solidaritas kanjuruhan
Siswa SD 56 Bromantakan Solo dalam aksi solidaritas terhadap korban anak-anak di Tragedi Kanjuruhan, Jumat (7/10/2022) | MettaNews/Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Puluhan siswa kelas 5 SDN Bromantakan 56 Timuran, Banjarsari, menggelar doa bersama di mural Tragedi Kanjuruhan Koridor Gatot Subroto, Solo, Jumat (7/10).

Setidaknya ada 25 siswa yang datang pagi ini dengan membawa syal belasan klub sepak bola Indonesia seperti Arema FC, Persija, Persis Solo, Bali United dan Persebaya. Dalam aksi doa bersama itu salah satu anak terlihat membawa karangam bunga bertulisakan “Indonesia berduka,”.

Komunitas Soloissolo juga hadir untuk mengajak anak-anak menyemprotkan cat ke mural Tragedi Kanjuruhan dengan media kertas yang dibentuk burung merpati dan hati. Adapun makna burung merpati dimaksudkan sebagai simbol perdamaian sedangak simbol hati yang artinya cinta itu diharapakan mampu membentuk perdamaian penuh cinta antar klub sepak bola.

Guru kelas 5 SDN Bromantakan 56, Gayatri menuturkan aksi doa bersama ini untuk melatih rasa simpati anak-anak akan musibah yang menimpa suporter di Stadion Kanjuruhan. Terlebih tragedi ini juga telah merenggut 33 nyawa siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Ini kita mau mengirim doa untuk korban suporter Kanjuruhan. Kita berharap dengan kegiatan ini rasa simpati dan empati anak-anak tumbuh sehingga ada kepedulian dengan sesama,” terang Gayatri kepada MettaNEWS, Jumat (7/10/2022).

Aksi ini dimulai sekitar pukul 08.39 WIB dan berlangsung selama 30 menit. Puluhan anak secara bergantian menuliskan harapan dan doa untuk korban suporter Arema FC yang berpulanh di Stadion Kanjuruhan Malang, pada Sabtu (1/10) lalu.

“Tadi ikut menulis pesan dengan menggunakan cat dan juga doa bersama yang dipimpin guru agama islam. Karena kita hanya bisa kirim doa dari sini mudah-mudahan semua korban bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan mendapat tempat yang baik sesuai amalnya,” tutur Gayatri.

Salah seorang siswa, Ayudya Nadine (11) mengaku ikut berempati dengan Tragedi Kanjuruhan. Ia dan teman-teman kelasnya berdoa bersama dan membuat simbol perdamaian.

“Ikut berduka dengan korban di Kanjuruhan makanya ikut doa sama tadi bikin love sama merpati,“ kata bocah perempuan itu.

Kepada MettaNEWS Nadine menyebut kecintaanya dengan sepak bola tumbuh dari sang kakak yang sering mengajaknya menonton pertandingan ke Stadion Manahan Solo.

“Aku suka nonton bola Persis Solo, Arema sama Persiba. Suka bola sudah lama karena ikut teman, kakak sama saudara sering diajak nonton ke stadion,” kata Nadine.