SOLO, MettaNEWS – Putaran kedua liga 1 akan segera mulai dengan sistem kompetisi penuh. Laga kandang tandang dan full penonton.
Berlaga mulai 14 Januari 2023, putaran kedua ini homebase Persis Solo berada di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Meski sudah mengunakan sistem penuh, beberapa suporter Persis Solo memutuskan untuk tidak hadir dalam laga kandang maupun tandang tim kebanggaannya.
Salah satu kelompok suporter Persis bagian Surakartans, Campus Bois 1923 telah menyatakan pernyataan tarik diri dari tribun untuk mendukung lapangan hijau.
Salah seorang perwakilan Campus Bois 1923, Ivan Bogdanov mengaku, kesepakatan tersebut sesuai kesepakatan kelompok.
Pihaknya akan tetap mendukung Laskar Sambernyawa, meski tak hadir dalam laga. Hal oni berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan, Malang, pada Oktober 2022 lalu.
“Kami memilih bersolidaritas. Terhadap 135 lebih korban hingga adanya titik terang pada kasus Tragedi Kanjuruhan,” kata Ivan (11/1/2023).
Campus Bois konsisten mendorong sikap Persis Solo untuk mengawal adanya Kongres Luar Biasa (KLB). Perubahan dan perbaikan tata kelola sepak bola bisa lebih baik lagi.
Menurutnya keputusan itu, hasil dari diskusi internal Campus Bois 1923 dan telah sepakat terhadap poin-poin tuntutan.
“Sepak bola dapat kita rayakan di mana saja dan kapan saja, untuk itu, sampai berjumpa dalam kesempatan yang lain, di luar tribun atau ruang-ruang yang dapat dijadikan pertemuan,” pesan dia.
Tarik Diri dari Tribun Hingga Kongres Terselenggra
Menarik diri dari tribun lapangan hingga terselenggara Kongres Luar Biasa merupakan salah satu keputusan dari banyak suporter di tanah air. Pasalnya tragedi Kanjuruhan merupakan kasus terbesar dalam persepakbolaan Indonesia.
Begitupun pada sejarah dunia, tragedi Kanjuruhan merupakan kejadian sepakbola terbesar ke-3. Hal tersebut yang membuat penyelanggaraan si kulit bundar tanah air terhenti bahkan mendapatkan sorotan dari negara lain.
Hingga saat ini tragedi tersebut belum ada titik terang. Bahkan cenderung tengelam tanpa kejelasan.Sebelumnya pada tanggal 25 Oktober 2022 pihak Persis Solo bersama Persebaya Surabaya telah melayangkan 6 poin tuntutan kepada ketua PSSI.
Dalam rilis tersebut tertulis bahwa Persis Solo meminta PSSI untuk menggelar KLB selambat-lambatnya 30 hari usai surat tersebut dilayangkan.
Namun hingga Januari 2023 ini kongres tersebut belum terselengara.Hal tersebut yang membuat solidaritas suporter sepakbola memantapkan pilihan untuk tidak menghadiri kursi tribun.







