Sinuhun Berikan Gelar Bangsawan ke Gibran, Minta Keraton Ditata 

oleh
oleh
Wali Kota Gibran bersama Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu PB XIII, Pengageng Parentah Keraton KGPH Dipokusumo, R.Ay Febri Hapsari Dipokusumo dan para abdi dalem di Kori Kamandungan usai melihat langsung kondisi di dalam Keraton Kasunanan, Senin (20/9) | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, Metta NEWS – Wali Kota Surakarta dapat gelar atau kekancingan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kekancingan diberikan langsung oleh Sinuhun PB XIII usai Wali Kota Gibran meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pagelaran Keraton Kasunanan, Senin (20/9). 

Wali Kota Gibran mendapat gelar Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widuronagoro yang diberikan oleh Sinuhun PB XIII di Sasana Parasdya Keraton Kasunanan Surakarta. 

“Suatu kehormatan dan terima kasih, tadi juga sempat bertemu sebentar dengan sinuhun. Sinuhun berikan beberapa arahan ke saya. Beliau berharap kawasan keraton lebih tertata lgi dan mempercayakan penataan ini ke saya,” jelas Gibran di halaman Kamandungan Keraton Kasunanan. 

Gibran sendiri tampak kaget karena tidak menyangka akan mendapat gelar dari Sinuhun PB XIII. 

“Ini tidak direncanakan, bahkan saya saja salah kostum ini. Salah satu arahan dari Sinuhun juga soal revitalisasi keraton. mempercantik lagi keraton Surakarta,” tutur Gibran. 

Sementara itu Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta, KGPH Dipokusumo mengungkapkan, Keraton mempunyai tata cara adat tradisi dalam pemberian gelar. 

“Kekancingan ini tertanggal 8 Maret 2021 dan sudah disiapkan saat Jumenengan Dalem, namun karena pandemi saat itu tengah tinggi-tingginya kami tidak mengadakan secara besar seperti sebelumnya,” terang Dipokusumo.

Dipokusumo memaparkan gelar dianugerahkan pada mereka yang memiliki pengaruh dan jasa serta berkontribusi pada budaya Jawa.

“Wali Kota Gibran mendapatkan gelar karena memenuhi dua syarat tersebut. Gelar beliau adalah Kanjeng Pangeran Gibran Rakabuming Widuronagoro yang artinya Panutan. Dalam tokoh pewayangan widura berarti panutan. Gelar beliau ini semoga melekat dan bisa terus mengayomi masyarakat,” pungkas KGPH Dipo Kusumo.

Sebagaimana diketahui, kondisi keraton Surakarta saat ini kurang terawat. Konflik internal antara putra dan putri usai Sinuhun PB XII mangkat masih berlanjut.

No More Posts Available.

No more pages to load.