Refleksi 3 Tahun, Gibran Tegaskan Akan Lanjutkan Pembangunan Masjid Sriwedari

oleh
oleh
Sriwedari
Pembangunan Menara Masjid Taman Sriwedari masih mangkrak, Rabu (1/6/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pada reflekasi 3 tahun Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, mencuat permasalahan kelanjutan Masjid Sriwedari. Wali Kota Gibran menegaskan pembangunan Masjid Sriwedari akan dilanjutkan.

“Masjid Sriwedari 80 persen terbangun. Tinggal dikit lagi finishing. Yang mau membantu banyak tapi itu tanahnya bermasalah. Intinya itu. Saya tidak mungkin mendatangkan CSR, ini pelik. makanya saya dan Pak Teguh berusaha biar tanah ini clear and clean,” kata Gibran menjawab pertanyaan warga perihal kelanjutan Masjid Sriwedari, Rabu (28/2/2024).

Gibran mengungkapkan kasus Masjid Sriwedari dikawal oleh 2 periode Kepala Kejaksaan Negeri Solo. Pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras Kejari tersebut.

“Kami dibantu Pak Kajari dan luar biasa sekali. Jadi ini sudah clear nanti tinggal bagaimana panitia masjidnya aktif kembali untuk menerima CSR. Karena pembangunan bukan dari APBD. Pemkot sudah menyelesaikan masalah hukumnya tinggal panitianya meneruskan aktif kembali,” bebernya.

Gibran juga memohon maaf pada masyarakat karena kondisi pembangunan yang sempat terhenti selama ini.

“Kemarin mohon maaf. Masjid Sriwedari kondisinya seperti ini karena ya memang masih terkendala masalah hukum,” ujarnya.

Putra sulung Presiden Jokowi ini berharap keberadaan Masjid Raya Sheikh Zayed bisa mengobati kecewa masyarakat.

“Semoga warga Solo bisa terobati dengan adanya Masjid Sheikh Zayed. Walau jadi titik kemacetan baru. Tapi sekali lagi kalau Joglo sudah dilebarkan dan viaduct selesai masalah macet akan terselesaikan. Oh maaf macet tidak akan selesai, pasti akan macet. Tapi macet yang baik. Yang membawa berkah. Kita pengen semuanya ramai dan mendapat berkah dari kemacetan ini,” tandas Gibran.

Gibran menambahkan kemacetan akan selalu ada. Namun akan mendatangkan berkah dan multiplayer efek ekonomi pada masyarakat.

“Kita ingin semua kecipratan berkah
Yang punya hotel, restoran, wedangan, ojol, UMKM semuanya mendapat berkah dari kemacetan. Kita event ga kurang-kurang. Tahun ini Dekranasda dan PKK seluruh Indonesia berlangsung di Solo,” pungkasnya.