SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menemui Habib Novel Alaydrus, Rabu (1/2/2023) siang. Tujuan pertemuan tersebut, kata Gibran untuk meminta doa kelancaran menyelesaikan sengketa lahan Sriwedari.
Menurut Gibran, masalah sengketa lahan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ia rampungkan. Selama dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Solo, sengketa lahan Sriwedari menjadi perhatian Gibran.
“Ya silaturahmi biasa. PR saya masih banyak. Makanya tadi saya hari ini khusus ke Habib Novel minta doa agar masalah Sriwedari segera rampung. Khusus minta doa,” ungkap Gibran usai mengunjungi pameran foto HPN di Monumen Pers Solo, Rabu (1/2/2023).
Gibran mengatakan alasannya minta doa dan menemui Habib Novel secara khusus terkait sengketa Sriwedari.
“Habib Novel itu termasuk tokoh yang memberi masukan ke Pak Purnomo (mantan Wakil Wali Kota Solo) untuk membangun masjid Sriwedari. Salah satunya ya, salah satu Habib,” ungkapnya.
Saat bertemu dengan Habib Novel, Gibran mengatakan selain khusus meminta doa juga menceritakan perkembangan sengketa lahan Sriwedari.
“Ya tadi saya bilang, Bib minta doanya. Ini semoga bisa kita teruskan. Kita sudah mulai kerja bakti. Tadi Habib malah menawarkan kalau perlu santri-santri beliau kerahkan untuk ikut kerja bakti,” jelasnya.
Pendanaan Sriwedari Tunggu Sengketa Selesai
Soal pendanaan pembangunan masjid dan kawasan tersebut, Gibran meyakini bisa terpenuhi asal kepemilikan lahan sudah jelas.
“Pendanaan akan datang sendiri kalau sudah ada kepastian kepemilikan, tenang saja,” tegasnya.
Gibran mengungkapkan soal pendanaan meneruskan pembangunan masjid akan lebih mudah bila status lahan tersebut sudah jelas.
“Makanya tadi minta doa untuk itu, biar dapat kemudahan ya,” pungkasnya.
Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) sendiri hingga pertengahan tahun lalu telah mencapai progres di angka 85 persen. Masjid yang dalam pembangunannya mengalami banyak kendala ini masih mandek karena adanya sengketa tanah. Sengketa tersebut antara Pemerintah Kota Solo dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat yang mengklaim sebagai pemilik lahan Taman Sriwedari.
Adanya sengketa tanah ini menjadi salah satu penyebab dana pembangunan tak segera terkumpul. Setidaknya pembangunan masjid yang digadang-gadang menjadi masjid paling megah di Kota Solo ini menelan biaya hingga Rp 165 miliar.







