SOLO, MettaNEWS – Seorang pria bernama Raditya Abinawa, warga Pucang Sawit, Jebres, Solo menjadi korban pengeroyakan oleh sejumlah orang di Jalan Juanda, depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Surakarta pada Sabtu (11/4/2026) 04.35 WIB.
Kasus ini viral di media sosial dan kini tengah ditangani Satreskrim Polresta Surakarta.
Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sudarmianto saat dihubungi Senin (13/4), mengatakan insiden bermula saat korban tengah berkendara menggunakan sepeda motor mendapati sebuah mobil yang melawan arus.
“Korban ini awalnya berkendara menggunakan sepeda motor, kemudian menegur pengendara mobil yang diduga melawan arus. Namun teguran tersebut tidak diterima oleh pihak pengendara mobil,” jelasnya.
Korban yang berniat menegur pegendara mobil justru diduga dikeroyok oleh sekelompok orang yang turun dari sebuah mobil. Berdasarkan keterangan korban, pelaku berjumlah sekitar enam orang, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.
“Menurut keterangan korban, mereka yang turun dari mobil tersebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Setelah turun, mereka langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban,” ungkap Sudarmianto.
Akibatnya korban mengalami luka memar di wajah. Tak hanya pemukulan, para pelaku juga diduga merusak barang milik korban. Kunci sepeda motor korban diambil oleh salah satu pelaku dan dibuang, sehingga korban tidak dapat langsung meninggalkan lokasi.
“Selain itu, handphone milik korban juga dibanting oleh pelaku hingga mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Setelah melakukan pengeroyokan, para pelaku kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang mengalami luka memar sempat meminta bantuan warga sekitar.
Peristiwa tersebut sempat dilaporkan melalui call center, sebelum akhirnya korban secara resmi membuat laporan ke Polresta Surakarta pada keesokan harinya.
Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Salah satu fokus utama adalah mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku.
“Dari informasi awal yang kami himpun, kendaraan yang digunakan pelaku adalah mobil Toyota Innova warna hitam. Namun untuk nomor polisi masih dalam proses penelusuran,” jelasnya.
Polisi juga tengah mengumpulkan bukti pendukung, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, keterangan dari sejumlah saksi juga terus didalami guna mengungkap identitas para pelaku.
“Hingga saat ini sudah ada dua saksi yang kami mintai keterangan. Ke depan, kami akan memanggil saksi-saksi lain yang berada di lokasi atau mengetahui kejadian tersebut,” tegas Sudarmianto.
Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya unsur lain dalam kasus tersebut, termasuk motif para pelaku yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama.
Sementara itu, kondisi korban dipastikan tidak mengalami luka berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban hanya mengalami luka memar dan tidak perlu menjalani rawat inap.
“Korban mengalami luka memar dan saat ini menjalani rawat jalan,” katanya.







