Pj Gubernur Nana Cek Kesiapan KPU Solo 

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana kunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Selasa (9/1/2024).

Kedatangan Gubernur Nana ini untuk mengecek beberapa alat kelengkapan pemilu yang sudah diterima oleh KPU Solo.

Saat kunjungan, Komisioner KPU Solo melaporkan 495 kotak suara rusak.

“Kunjungan kami ke sini sekalian mengecek dan berkoordinasi dengan KPU Surakarta. Cek bagaimana kesiapan KPU. Terkait semakin dekatnya Pemilu,” jelas Nana.

Nana mengungkapkan terkait alat kelengkapan pemilu hampir semua sudah dikirim ke Kabupaten/Kota.

“Sebagian ada yang rusak. Yang rusak sudah di sortir, sudah dilaporkan ke KPU Provinsi dan KPU Pusat untuk diganti. Memang kita harapkan kesiapan-kesiapan seperti ini. Karena waktu kurang 1 bulan lagi. Harus segera disiapkan semua,” tandasnya.

Nana menambahkan pihaknya juga melihat kesiapan yang lain seperti kendala-kendala yang mungkin muncul dalam masa tahapan menuju Pemilu.

“Kita akan menghadapi musim penghujan. TPS dan KPPS harus di lahan yang betul-betul aman. Banyak tempat yang begitu hujan besar terjadi banjir. Segera pindahkan TPS tapi jangan terlalu jauh dari lokasi yang sudah kita tetapkan,” ujarnya.

Nana kembali mengingatkan indikator suksesnya Pemilu, salah satunya adalah tingkap partisipasi masyarakat.

“Ini pesta demokrasi. Jadi paritispasi ini kita harapkan, masyarakat betul-betul datang dan mencoblos ke TPS,” ujarnya.

Meskipun tanggal 14 Februari jadi hari libur saat Pemilu, Nana berharap masyarakat memiliki jiwa patriotisme.

“Berharap bahwa masyarakat sekarang ini dalam rangka memilih pemimpin mereka betul-betul ada rasa tanggung jawab dengan hadir ke TPS,” harapnya lagi.

Nana kembali mengimbau pada masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif hingga Pemilu rampung.

“Menjaga keamanan wilayah, menjaga tahap demi tahap berjalan dengan baik. Kita harus mampu mewujudkan pelaksanan Pemilu yang aman dan kondusif. Pemilu damai harus terus kita gelorakan. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax, berita bohong, ujaran kebencian dan informasi tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.