SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 34 siswa SMKN 2 Surakarta mengikuti tahapan seleksi calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam rangkaian Pemilihan OSIS (Pemilos). Proses seleksi diawali dengan pelaksanaan technical meeting yang mendapat pendampingan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta.
Puluhan peserta tersebut merupakan perwakilan dari masing-masing kelas, jurusan, serta organisasi yang ada di SMKN 2 Surakarta. Mereka akan menjalani serangkaian tahapan seleksi untuk menjaring calon pemimpin OSIS yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta pemahaman nilai-nilai demokrasi.
Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas dalam setiap tahapan Pemilos. Menurutnya, Pemilihan OSIS tidak sekadar memilih ketua, tetapi menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para siswa.
“Pemilos bukan sekadar memilih Ketua OSIS, tetapi menjadi ruang belajar demokrasi bagi siswa. Seluruh tahapan harus dilaksanakan secara jujur, adil, dan transparan agar peserta memahami esensi pemilihan yang berintegritas,” tegas Agus.
Ia menambahkan, Pemilos SMKN 2 Surakarta direncanakan akan dilaksanakan dengan metode e-voting yang melibatkan sekitar 2.000 siswa sebagai pemilih.
“Melalui e-voting, siswa tidak hanya belajar memilih, tetapi juga dikenalkan pada pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi yang efisien dan akuntabel,” tambahnya.
Seleksi calon Ketua OSIS akan dilakukan oleh Tim Seleksi yang terdiri dari guru SMKN 2 Surakarta, Bawaslu Kota Surakarta, serta KPU Kota Surakarta. Penilaian akan difokuskan pada aspek kepemimpinan, gagasan visi dan misi, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai demokrasi.
Pihak sekolah menyambut positif pendampingan dari Bawaslu dan KPU Surakarta dalam proses Pemilos tersebut. Dengan mekanisme seleksi yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi, Pemilos SMKN 2 Surakarta diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang efektif serta melahirkan pemimpin muda yang berintegritas di lingkungan sekolah.








