SEMARANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memberlakukan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik berbasis baterai di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di sela Grand Opening Dealer Resmi BYD Haka Auto Cabang Semarang, Rabu (17/6/2026).
“Kita masih menerapkan bebas BBNKB dan PKB kendaraan listrik,” kata Sumarno.
Kebijakan tersebut sejalan dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang ditetapkan pada 29 Mei 2026.
Menurut Sumarno, kendaraan listrik memiliki banyak nilai positif dalam mendukung energi berkelanjutan atau sustainable energy. Selain dinilai lebih efisien, kendaraan listrik juga lebih ramah lingkungan.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kendaraan listrik sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon di Jawa Tengah.
Sementara itu, President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menilai Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi strategis yang menjadi koridor ekonomi penting di Pulau Jawa.
“Jawa Tengah memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan masa depan Indonesia,” katanya.
Eagle Zhao menuturkan, Jawa Tengah juga berpotensi menjadi penggerak penting dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia pada masa mendatang.
Untuk mempertahankan momentum tersebut, lanjutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, perusahaan infrastruktur, dan masyarakat.
“Kami mendukung transformasi melalui teknologi, investasi, dan kolaborasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya bangga dapat memperluas layanan bagi pelanggan di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan inovatif.
“Kami bangga dapat melayani lebih banyak pelanggan dari Jawa Tengah. Ini untuk mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan inovatif,” pungkasnya.








