Panpel Persis Solo Soroti Aktivitas Merokok di Stadion Manahan saat Harlah ke-25 PKB: Kita Punya Aturan

oleh
Harlah
Putung rokok (lingkaran merah) ditemukan di atas rumput sintesis Stadion Manahan Solo, Selasa (25/7/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, yang juga Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo, Ginda Ferachtriawan menyoroti pelanggaran yang dilakukan saat  gelaran puncak hari lahir (Harlah) ke-25 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Minggu (23/7/2023) di Stadion Manahan Solo.

Selain banyaknya sampah yang ditimbulkan, acara ini banyak disorot lantaran peserta Harlah ke-25 PKB melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo Nomor 9 Tahun 2019 tentang kawasan tanpa rokok. Dalam Perda tersebut, Stadion Manahan masuk ke dalam bagian Tempat Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf g, sarana dan prasarana olahraga.

“Masalah merokok di stadion itu juga kemarin cukup heboh di media sosial. Ini bukan soal boleh merokok atau tidak, tapi kita harus tahu kita punya aturan baik di pusat. Dan sekarang kita punya Perda nomor 9 tahun 2019 tentang kawasan tanpa rokok. Salah satunya, tertulis tidak boleh merokok di kawasan olahraga dalam hal ini Stadion Manahan,” ujar Ginda saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Selasa (25/7/2023).

Pantauan MettaNEWS di Stadion Manahan Solo banyak putung rokok yang tertinggal di berbagai sudut. Baik di lapangan hijau maupun ruangan-ruangan outdoor. Begitupula saat gelaran Harlah berlangsung, beberapa kader PKB juga kedapatan merokok saat acara tengah berlangsung.

Selain rokok, masalah sampah tak kalah menyita perhatian Panpel Persis Solo itu. Pasalnya Pemerintah Kota Solo dibuat bekerja ekstra untuk membersihkan sampah peserta Harlah di stadion yang berkapasitas 20 ribu orang itu.

“Jadi sudah tidak ada yang perlu diperdebatkan begitu juga dengan sampah sudah jelas kok sampah itu harus dibuang ke tempat sampah. Kami sebagai Panpel sering menyiapkan tempat sampah tambahan dan menggunakan trash bag karena kita melihat jumlah tempat sampah dengan jumlah penonton yang hadir baik di dalam maupun di luar banyak jadi kita bantu,” ujarnya.

Ginda pun menyayangkan tindakan peserta yang masih membuang sampah sembarangan hingga membuat stadion berstandar FIFA itu tampak begitu kotor. Diakuinya Panpel juga telah menyiapkan kantong sampah tambahan di semua akses Stadion Manahan. Namun lagi-lagi kesadaran peserta akan budaya buang sampah pada tempatnya memang masih sangat kurang.

“Tapi kita berharap semua penonton bisa membuang sampah ke tempatnya. Kalau tempat sampah di semua titik sudah ada, dan Panpel saat pertandingan menambahkan hampir di semua akses masuk tribun sampai jogging track kita kasih trash bag. Harapannya memudahkan petugas kebersihan mengumpulkan sampah,” tukasnya.

Sampah Menumpuk Usai Harlah ke-25 PKB, Pemkot Solo Kerja Ekstra Bersihkan Stadion Manahan

Sampah stadion usai harlah ke-25 PKB
Kondisi Sampah stadion usai acara puncak Harlah ke-25 PKB di stadion Manahan Solo Senin (24/7/2023) | Dok: Dispora Solo

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo yang sekaligus bertanggung jawab mengelola stadion, Rini Kusumandari mengungkapkan sebenarnya sudah ada banyak tempat sampah yang tersedia di Stadion. Namun karena perilaku masyarakat, masih ada saja yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Kemudian yang lain jadi ikut-ikutan buang sembarangan, lah namanya juga orang Indonesia,” ujar Rini (24/7/1023).

Untuk itu, lanjut Rini, usai acara Harlah ke-25 PKB hingga Senin (24/7/2023) pagi, pihaknya harus kerja ekstra guna mengembalikan kawasan Manahan menjadi bersih kembali.

“Start kita bersihkan mulai setelah acara sampai malam fokus di area dalam stadion. Kemudian tadi pagi (kemarin) kita mulai jam 5 pagi sampai jam 10 siang untuk area luar. Bagian luar ini yang agak susah ya, karena area sangat luas. Kemudian di depan gate A juga. Menumpuk. Kebanyakan sampah dus box nasi dan botol air mineral,” ungkap Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan tak mengetahui secara persis seberapa banyak sampah yang mereka bersihkan. Namun mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus beberapa kali bolak-balik mengambil sampah.

“Kita pakai armada sampah yang mobil L300 itu. Yang malam bolak balik 10 kali. Untuk yang pagi tadi tidak kita hitung. Tapi lebih dari 10 kali,” jelas Rini.

Sementara itu terkait kondisi rumput, Rini mengatakan kondisi rumput masih dalam kondisi baik. Setelah event kemarin langkah awal ialah melepaskan grass cover atau penutup lapangan.

“Untuk lapangan kita cek tadi masih aman. Namun masih akan kami pantau. Ini kami langsung mulai perawatan seperti biasanya, yaitu penyiraman, pemupukan dan pemotongan rumput,” urainya.

Untuk persiapan Konser dewa akhir pekan ini, Rini mengatakan masih sesuai rencana awal, meski waktu persiapannya mepet.

“Setidaknya rumputnya masih bisa bernapas. Karena memang PKB kemarin itu eventnya mendadak tapi masih ada jeda 4 hari saya rasa cukup,” tukasnya.