SOLO, MettaNEWS — Max Auto Indonesia menggelar acara penandatanganan kerja sama bertajuk “Bajaj Untuk Surakarta” yang berlangsung di Luwes Kestalan, Banjarsari, Rabu (25/2/2026).
Program ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung peningkatan pendapatan driver bajaj, pengembangan pariwisata, kemudahan transportasi, serta penguatan UMKM dan sektor kuliner di Surakarta.
Melalui inisiatif tersebut, Max Auto Indonesia menggandeng berbagai pemangku kepentingan lokal, di antaranya Luwes Supermarket, POKDARWIS Surakarta, Kampung Batik Kauman, Tjahaja Asia Soerakarta, serta stake holder terkait.
Kolaborasi ini difokuskan pada publikasi potensi Kota Solo, dukungan akses transportasi bagi wisatawan, serta sinergi promosi destinasi wisata dan kuliner lokal melalui ekosistem Bajaj Maxride.
Perwakilan manajemen Max Auto Indonesia, Muhammad Rio selaku Manager Regional Java Bajaj Maxride, menyampaikan bahwa Bajaj dihadirkan sebagai solusi transportasi kota yang dekat dengan masyarakat dan wisatawan.
“Bajaj bukan hanya alat transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman berwisata di kota. Kami ingin Bajaj ikut menghidupkan pariwisata, kuliner, dan UMKM Surakarta dengan akses transportasi yang mudah, terjangkau, dan nyaman. Selain itu, program ini juga kami hadirkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para driver Bajaj melalui kolaborasi yang terintegrasi dengan destinasi wisata dan pusat bisnis lokal,” jelasnya.
Dari sisi stakeholder wisata budaya, Ketua Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Gunawan Setiawan, menegaskan kehadiran Bajaj Maxride akan memperkuat identitas kawasan Kauman.
“Kampung Wisata Batik Kauman bukan hanya pusat belanja batik, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya. Dengan adanya dukungan transportasi yang mudah diakses dan terjangkau, wisatawan dapat merasakan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkuat branding Kauman sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Surakarta,” tutur Gunawan.
Penilaian positif juga datang dari Lilik Kristianto, M.Sc, Pengurus Governansi Nusantara Emas, yang melihat inisiatif ini sebagai praktik kolaborasi pentahelix yang konkret.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu ada integrasi antara transportasi, pariwisata, UMKM, dan komunitas lokal. Model kerja sama yang dibangun Bajaj Maxride di Surakarta ini dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam penguatan ekonomi lokal berbasis kolaborasi,” ungkap Lilik.
Ketua POKDARWIS Kota Surakarta, Mintorogo, SE, MM, menilai program ini strategis dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis komunitas.
“Program ‘Bajaj Untuk Surakarta’ menjadi angin segar bagi pengembangan destinasi wisata di Solo. Aksesibilitas merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan hadirnya Bajaj Maxride yang terintegrasi dengan destinasi dan pelaku usaha lokal, kami optimis pergerakan wisatawan akan semakin mudah, merata, dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Mintorogo.
Dukungan dari sektor ritel disampaikan oleh Fauzi Basnendar, Marketing Luwes Group.
“Kami mendukung inisiatif Max Auto Indonesia karena kolaborasi ini sejalan dengan upaya kami untuk menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Surakarta. Kehadiran Bajaj juga turut mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi usaha,” ungkapnya.
Dari sisi pengemudi, Budi Prasetyo, driver Bajaj Maxride Solo, mengaku optimistis.
“Saya sangat senang dan bangga dengan adanya program Bajaj Untuk Surakarta ini. Dengan kolaborasi bersama destinasi wisata dan pusat bisnis, kami sebagai driver merasa peluang order harian akan semakin meningkat. Tentunya ini akan memberikan dampak positif bagi pendapatan kami sehari-hari di Solo,” tutur Budi.
Sementara itu, Fareza Harum Putri selaku Marketing Communication Bajaj Maxride menegaskan bahwa program ini menjadi pintu awal kolaborasi yang lebih luas di Jawa Tengah dan DIY.
“Kami membuka peluang kerja sama dengan berbagai brand, institusi, dan komunitas di Solo, Surakarta, Yogyakarta, hingga Semarang. Max Auto Indonesia berkomitmen menghadirkan kemudahan transportasi di kota-kota ini melalui Bajaj yang ramah lingkungan, terjangkau mulai dari 6 ribuan, muat hingga 3 orang, serta aman dari hujan dan panas. Lebih dari itu, kami ingin Bajaj menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal mendukung UMKM, membantu promosi bisnis-bisnis lokal di Solo, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan driver,” jelas Fareza.
Ia menambahkan, melalui ekosistem kolaborasi ini, Bajaj Maxride tidak hanya berperan sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai jembatan antara wisatawan dan pelaku usaha lokal. Setiap perjalanan diharapkan membuka peluang transaksi di sektor kuliner, ritel, dan ekonomi kreatif, sehingga berkontribusi positif bagi Kota Solo.
Pada kesempatan tersebut, Bajaj Maxride juga memberikan apresiasi kepada 10 driver terbaik yang berhasil meraih pendapatan rata-rata bulanan Rp3 juta hingga Rp6 juta. Sumadi (46), salah satu mitra driver Maxride di Surakarta, mengungkapkan manfaat yang dirasakannya. Ia kini lebih mudah memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga menyisihkan penghasilan untuk tabungan.
Sumadi bahkan menyampaikan rencananya untuk memiliki unit Bajaj sendiri dalam waktu dekat, seiring keyakinannya terhadap stabilitas pendapatan sebagai mitra driver Maxride.
Selain itu, Max Auto Indonesia membuka kesempatan bagi para driver transportasi online lainnya untuk bergabung sebagai driver Bajaj Maxride di Surakarta.
Program ini terbuka bagi pengemudi ride hailing yang ingin mendapatkan peluang penghasilan baru melalui sistem terintegrasi dengan destinasi wisata dan pusat bisnis lokal. Dengan dukungan ekosistem kolaborasi yang telah terbangun, para driver diharapkan merasakan peningkatan order serta pendapatan yang lebih stabil.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Max Auto Indonesia berharap Bajaj dapat menjadi ikon transportasi kota yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berperan aktif memajukan pariwisata, kuliner, UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







