Respati Tegas,  Dokumen Pribadi Warga Tak Boleh Bocor, Oknum Pegawai Siap Disanksi

oleh
oleh
Rio Haryanto | MettaNEWS

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmennya untuk menjaga kerahasiaan data pribadi warga setelah mencuatnya kasus kebocoran dokumen milik Rio Haryanto ke ruang publik.

Respati memastikan oknum pegawai yang terlibat dalam penyebaran data tersebut akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Saya sudah mendapatkan laporan dan silakan BKPSDM menentukan sanksinya. Kita akan tetap memberikan sanksi. Sudah ada mekanisme (sanksi), nanti dari BKPSDM Surakarta akan menyampaikan putusannya, yang setimpal dengan pelanggaran yang dilakukan,” kata Respati, Rabu (25/2/2026).

Respati meminta seluruh jajaran aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran serius. Ia menilai kebocoran data pribadi merupakan persoalan krusial yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah sekaligus berpotensi merugikan masyarakat.

“Saya menghimbau kepada semuanya di pemerintah kota agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ini sangat memprihatinkan bagi kami. Ke depan, kami tidak akan pandang bulu. Jika ada yang mengulangi, akan diberikan sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya terkait pengelolaan dokumen dan informasi sensitif warga. Menurut Respati, menjaga privasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari etika pelayanan publik.

“Saya juga menghimbau seluruh kepegawaian untuk tidak mempublikasikan hal-hal yang bersifat sangat privat dan tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas,” tambahnya.

Sebagai informasi, data pribadi Rio Haryanto diketahui tersebar ke publik usai yang bersangkutan mengurus dokumen di salah satu kelurahan di Kota Solo.

Saat ini, oknum pegawai yang diduga menyebarkan dokumen tersebut tengah menjalani proses pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan.