SOLO, MettaNEWS – Pendaftar calon Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) kecamatan di Wilayah Kota Surakarta sebagian besar didominasi oleh kaum millenial. Data Bawaslu Kota Surakarta mencatat pendaftar terbanyak merupakan kalangan muda yang lahir dari rentang waktu awal 1980 an hingga awal tahun 2000-an.
Ditemui di Kantor Bawaslu Kota Surakarta Jalan Wuni Tengah Nomer 7 Karangasem Laweyan Surakarta, Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono menyebutkan animo masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai panwaslu kecamatan di Kota Surakarta cukup tinggi jika dibandingkan dengan pemilu periode sebelumnya di 2019.
Bawaslu Kota Surakarta mencatat jumlah pendaftar calon panwaslu kecamatan di pemilu 2019 lalu sebanyak 70 orang pendaftar. Dari jumlah tersebut 65 diantaranya mengikuti tes tertulis dan tes wawancara.
Sementara pada pemilu periode kali ini sebanyak 118 pendaftar calon panwaslu kecamatan tercatat mendaftarkan diri.
“Kenaikan jumlah pendaftar hampir dua kali lipat dibandingkan pemilu 2019 lalu. Hal ini mulai nampak sejak awal hari pendaftaran di Kantor Bawaslu Kota Surakarta yang sudah banyak memasukkan berkas mereka,” ujar Budi.
Lonjakan jumlah pendaftar ini disinyalir oleh tingginya antusiasme berbagai kalangan masyarakat terhadap pemilu 2024 mendatang.
“Jika ditinjau dari range usia maka pendaftar yang lahir dari rentang awal tahun 1980-an hingga awal tahun 2000-an atau generasi millenial merupakan pendaftar terbanyak saat ini. Sementara jika ditinjau dari segi lulusan, maka lulusan sarjana /strata S1 merupakan pendaftar terbanyak, dibandingkan lulusan SLTA, D3, maupun S2,” terang Budi.
Ditempat yang sama Anggota Bawaslu Koordinator divisi SDM, Organisasi dan Diklat, Arif Nuryanto menyebutkan pasca penerimaan berkas administrasi dari para pendaftar calon panwaslu kecamatan, akan dilaksanakan penelitian berkas.
Penelitian berkas ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) rekrutmen Panwaslu kecamatan pada 9 sampai 11 Oktober .
Pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi nantinya akan akan melaksanakan tes tertulis berbasis komputer yang dijadwalkan pada Minggu, 16 Oktober mendatang.
“Waktu dan tempat pelaksanaan saat ini tengah kami persiapkan sebaik mungkin agar nanti dalam pelaksanaan tes tertulis berbasis komputer yakni socrative nantinya akan berjalan dengan baik tanpa kendala.
Dalam pelaksanaannya kami menggandeng SMA yang memiliki ruang laboratorium komputer online untuk ujian tes tertulis, di tes ini kita menggandeng SMA Batik 1 Surakarta,”jelas Arif.
Arif menyebutkan pasca tes tertulis tersebut hanya akan diambil 6 pendaftar tiap kecamatan yang memiliki nilai tertinggi untuk lanjut pada tes tahap berikutnya yakni tes wawancara untuk menentukan Panwaslu kecamatan terpilih.
“Adanya sistem gugur ini diakui berbeda dengan mekanisme rekrutmen pada pemilu 2019 lalu yang tidak menggunakan sistem gugur. Jadi para peserta sudah selayaknya mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan mengenai kepemiluan maupun lainnya,” pungkas Arif







