SOLO, MettaNEWS – Progress pengerjaan proyek revitalisasi Koridor Gatot Subroto (Gatsu) Ngarsapura saat ini baru mencapai 39 persen. Dikerjakan sejak Juli 2022 lalu pengerjaan salah satu proyek prioritas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka itu berkesan lambat.
Project Manager kontraktor pelaksana, Riur Pandapotan menyampaikan penyebab progress berjalan kurang dari 40 persen tersebut lantaran adanya deviasi atau penyimpangan akibat tingginya curah hujan.
“Kurang lebih hampir 39 persen minus 1 koma sekian. Kalau secara keseluruhan memang masih ada deviasi sedikit tapi mudah-mudahan di bulan ini bisa kami kejar,” terang Riur usai tinjauannya bersama Wali Kota Solo, Gibran, Selasa (11/10/2022).
Kendati demikian ia menilai deviasi akibat tingginya curah hujan bukanlah momok masalah yang signifikan untuk bisa menyelesaikan proyek sesuai target, yakni pada akhir tahun 2022 ini.
“Kami pun terkendala karena seringnya hujan. Tapi itu bukan jadi momok masalah. Tentu kita posisinya masih kerja, masih bikin 2 shift pekerjaan waktu, baik siang maupun malam,” terangnya.
Riur menerangkan saat ini pembangunan Koridor Gatsu sampai di tahap pengerjaan gapura 3 trap di Jalan Diponegoro. Masing-masing gapura ini memiliki tinggi yang berbeda yakni 5 m, 7 m dan 8 m dengan jarak atau lebar per gapura sebesar 1,5 m.
“Kalau posisi untuk gapura memang kita lagi ngejar karena posisi gapura ini kan tinggi. Kalau dari Pak Gibran cuma pengin simpang empat Pasar (Triwindu) itu jadi sesuai pengharapan yang di perencanaan ya,” terangnya.
Riur mengatakan selain deviasi kendala lain datang dari supplier seperti IWF atau balokan baja, sintetis dan wayangan yang sebelumnya akan jadi ikoniknya Koridor Gatsu.
“Kami terkendala penyoundingan supplier, baik IWF, sintetis, sama wayangan karena satu supplier itu beda-beda. Ada yang supplier dari Magelang, Jakarta, maupun Semarang, untuk bisa selesai cepat semua supplier harus ketemu untuk pencocokan,” katanya.
Riur mengatakan dalam waktu dua pekan atau tepatnya di akhir Oktober, pembangunan besar-besaran akan di lakukan di simpang empat Ngarsapura. Pembangunan ini mencangkup pembuatan fasad dan gapura. Riur menyenut tidak ada penyempitan jalan yang signifikan kecuali di Koridor Gatsu.
“Kalau penyempitan jalan kayaknya nggak ada cuma mngkin di Gatsu karena ada planter, pot tanaman. Itu pun dari Dishub aman mereka terhafap parkir nggak ada masalah,” katanya.
Lebih lanjut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Solo untuk mengatur planter atau penanaman agar tidak memakan lahan parkir. Koridor Gatsu diperuntukkan untuk publik space hijau sehingga nantinya di kawasan ini tidak ada halte BST.
“Kemarin saya temuin Dishub itu nggak masalah di badan jalan yang penting nanti di sounding titik-titik yang mana saja sipaya tidak mengganggu parkiran. Kalau halte kita tidak ada karena kita bikin penghijauan saja ke arah Gatsu makanya banyak tanaman,” katanya.
Pihaknya yang mendapat tinjauan dari Gibran mengaku mendapat catatan khusus untuk pengerjaan proyek Koridor Gatsu-Ngarsapura. Salah satunya kanopi.
“Masukkan Mas Gibran cuma kanopi, minta atapnya diganti bening posisi atap kita sudah twinlite sebenarnya secara spesifikasi sudah memenuhi, karena dari atapnya yang normal seperti itu harganya ya tinggi lagi kami bingung. Tapi nanti coba kami cari dulu kira-kira penggantinya apa. Sama minta kerapihan dr puing-puing,” jelasnya.
Riur membeberkan Wali Kota Solo itu meminta atap kanopi yang saat ini telah terpasang diganti menjadi bening. Hal ini berakibat pada kembalinya penyesuaian harga. Untuk mensiasati permintaan ini pihaknya akan kembali brrkoordinasi dengan perencana pusat.
“Intinya beliau cuma nyaranin minta diganti, kalau dasarnya untuk ganti apa belum ada, karena kita masih akan cek dulu ke perencana pusat, kita minta titik acuan yang bagusnya gimana untuk pengganti atap twinlite karena kalau dari gambar perencana memang twinlite sudah merupakan spek tertinggi untuk atap. Nanti kita coba cari dulu selain itu apa,” tukasnya.







