Antisipasi Kerawanan, Bawaslu Solo Mitigasi TPS Rawan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta melakukan langkah strategis untuk memitigasi kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024.

Ketua Bawaslu Surakarta, Budi Wahyono, menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran pemungutan suara.

Menurutnya, mitigasi dilakukan dengan memetakan TPS rawan berdasarkan analisis dari 54 kelurahan di lima kecamatan di Surakarta. Data ini dikumpulkan selama enam hari, dari 10 hingga 15 November 2024.

“Ada 10 indikator utama yang kami gunakan, namun variabel lain tetap menjadi fokus antisipasi,” ujar Budi.

Budi memaparkan beberapa indikator kerawanan TPS seperti penggunaan hak pilih seperti Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), pemilih pindahan (DPTb), dan potensi pemilih tidak terdaftar (DPK).
Indikator kedua adalah keamanan, riwayat kekerasan atau intimidasi.
Kemudian TPS di area rawan bencana, pelanggaran netralitas oleh penyelenggara pemilu, ASN, atau aparat.
Juga lokasi TPS dekat lembaga pendidikan, pabrik, rumah paslon, atau posko kampanye.

Budi menyebut hasil pemetaan menunjukkan sejumlah kerawanan di TPS. Yakni 160 TPS terdapat pemilih DPT yang tidak memenuhi syarat. 266 TPS memiliki pemilih pindahan. 24 TPS berada di wilayah rawan bencana.12 TPS memiliki riwayat intimidasi. 23 TPS berlokasi dekat rumah paslon atau posko tim kampanye.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Solo, Agus Sulistyo, menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk meminimalisasi kerawanan.

Strategi tersebut mencakup Patroli Pengawasan: Fokus pada wilayah TPS rawan. Koordinasi dan konsolidasi dengan stakeholder terkait, termasuk pemerintah dan aparat.

“Serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Melibatkan pemantau pemilu, organisasi masyarakat, dan pengawas partisipatif. Juga posko pengaduan bagi masyarakat secara offline dan online.

“Bawaslu juga memastikan pengawasan langsung terkait logistik pemilu, akurasi data pemilih. Dan kelancaran proses pemungutan serta penghitungan suara sesuai ketentuan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil mitigasi, Bawaslu Kota Surakarta memberi beberapa rekomendasi kepada KPU. Seperti mengantisipasi kerawanan secara intensif di tingkat PPS dan KPPS. Berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencegah potensi gangguan keamanan, keterlambatan logistik, dan netralitas. Melaksanakan distribusi logistik pada H-1 dengan tepat waktu dan prioritas.

“Dengan langkah ini, Bawaslu berharap Pemilu 2024 di Kota Surakarta dapat berjalan lancar, aman, dan demokratis,” pungkas Agus.