SOLO, MettaNEWS – Pelemparan batu ke bus Persis Solo membuat Walikota Gibran Rakabuming Raka geram. Insiden itu terjadi pada Sabtu (28/1/2023) sekitar jam 18.17 WIB di kawasan Kelapa Dua hingga pintu Tol Panunggangan. Setelah perhelatan pekan ke-21 liga 1 2022/2023 antara Laskar Sambernyawa melawan Persita Tangerang.
Pelemparan batu itu mengakibatkan kaca bus pecah dan bolong. Selain itu seorang offisial terluka akibat hantaman batu tersebut.
Gibran pun banyak bercuit di Twitter usai kejadian tersebut, ia mencolek Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Erick Thohir hingga PSSI.
Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut, pasalnya tragedi seperti ini bisa terus berlanjut jika tidak segera ada tindakan.
“Harus ada tindakan tegas, harus ada yang jadi tersangka, kalau tidak kejadian ini akan terus berlanjut,” kata Gibran Senin (30/1/2023).
Selain itu Gibran meminta semua pihak koperatif, semua yang bersalah harus ada tindak lanjut. Gibran juga menyerahkan semuanya pada Kapolri dan jajarannya.
Tentang adanya beberapa pemain Persis Solo yang mengejar pelaku dan melakukan pembelaan, Gibran menyerahkan keputusan pada Kapolri.
“Silakan tindak lanjut. Kalau ada yang salah dari pemain kami saya minta maaf, tapi kita fair silakan jika ada pemeriksaan,” kata Gibran.
Gibran juga tidak berpendapat terkait salah atau tidak tindakan tersebut. Yang mana dalam sebuah video CCTV yang beredar terlihat beberapa pemain Persis memburu seorang yang terduga tersangka Pelemparan Bus yang kemudian menghajarnya.
“Ya bayangkan saja, pemain jauh-jauh ke tempat mereka, pulang habis tanding capek, bus-nya malah dilempari batu. Tapi memang semua salah, yang memukul juga harus minta maaf” ungkap Gibran.
Ia berharap semua pikah mulai dari pengamanan, management, hingga suporter untuk berkordinasi. Gibran menginginkan sepakbola Indonesia bisa berjalan dengan baik.
“Ya semua saya harap bisa menahan diri, kita semua ingin sepakbola kita ini berjalan, jangan begini terus, ngga ada bola ngga ada hiburan kita,” tungkasnya.








