SOLO, MettaNEWS – Persis bakal kooperatif menangani proses hukum dan pengecekan kejadian pelemparan batu oleh onum suporter ke Bus Laskar Sambernyawa dari kepolisian.
Aksi penyerangan terhadap bus Persis Solo itu membuat sejumlah pemain dan ofisial turun tangan. Mereka mengejar dan memukuli oknum yang terduga pelaku pelemparan batu.
Media Officer Persis Bryan Barcelona mengatakan pengejaran oleh pemain dan offisial merupakan bentuk bela diri. Karena pelaku adalah salah satu yang ikut melempar.
“Itu salah satu pembelaan diri dari kami. Kalau kami tidak membela diri, kerumunan masih akan terus mengejar dan melempari batu. Baru setelah kita tangkap, pelaku kami bawa ke pihak berwajib,” bebernya.
Bryan mengatakan Persis akan tetap patuh jika pihak kepolisian memanggil. Beberapa pemain dan manajemen pun sejatinya sudah menjadi jadi saksi di Polres Tangerang Selatan terkait proses pelemparan.
“Persis bakal kooperatif dan patuh. Kami akan ikut untuk proses hukum,” tegasnya.
Soal siapa saja tersangkanya, Persis mempercayakan pada kepolisian dan proses hukum yang berlangsung. Pastinya, polisi sudah miliki pertimbangan untuk menentukan tersangkanya.
Bryan pun menyangkal terkait kabar penyerangan oknum suporter akibat balas dendam. Ia mengatakan Suporter Persis sangat sangat menyambut hangat kedatangan Persita Tangerang. Bahkan ketika Persita ke Solo, teman-teman suporter Persis mengawal dan mengantar hingga ke pintu tol.
“Kami menyayangkan, kenapa bisa terjadi kejadian kemarin. Cuma kami tidak mau memperkeruh masalah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Persita. Mereka sudah bikin statement juga,” tungkas Bryan.








