SOLO, MettaNEWS – Kesehatan gigi menjadi salah satu hal penting yang mesti serius mendapat perhatian. Syaraf gigi berhubungan dengan kesehatan seseorang. Bahkan gigi yang bermasalah bisa menyebabkan kematian.
Melihat pentingnya kesehatan gigi bagi manusia, membuat drg. Monica Ekania Ghaisani dan suami, Rohmad Nur Cahyo (Ryo Juara) ingin turut berkontribusi sesuai bidang keilmuannya. Keduanya membuka Gigigo dental care yang telah opening pada 3 September 2022 lalu saat pandemi belum berlalu.
Founder klinik gigi Gigigo Dental Care, Rohmad Nur Cahyo mengatakan pandemi banyak memberikan perubahan, termasuk kebiasaan seseorang untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi.
“Masyarakat terbiasa dan nyaman dengan aturan yang mengharuskan kenakan masker dalam aktivitasnya sehari-hari. Hingga muncul anggapan bahwa selagi pakai masker, malas gosok gigi yang mengakibatkan gigi rusak, berlubang, kuning, bau mulut, dan lainnya. Kebiasaan tersebut berlanjut pada orang enggan dan cenderung takut datang periksa ke dokter gigi,” papar Ryo sapaan akrabnya pada opening Gigigo Dental Care Pabelan, Senin (30/1/2023).
Dengan slogan “Semua Bisa Full Senyum” Gigigo ingin menegaskan bahwa gigi yang sehat adalah hak semua, tanpa terkecuali. Keduanya yakin dan percaya bahwa kehadirannya harus mampu memberikan edukasi ke masyarakat bahwa memiliki gigi yang sehat itu mudah dan murah.
“Gigigo mengawali langkah dengan mendatangi panti asuhan, panti sosial, sampai ke sekolah-sekolah dan mengajaknya untuk periksa gigi gratis,” jelas Ryo.
Tidak berhenti pada periksa gigi gratis, Ryo membeberkan belum lama ini klinik giginya melayani pasien yang pekerjaan sehari-harinya adalah pemulung. Pasien tersebut tertarik dengan treatment scaling gigi setelah melihat video di youtube. Setelah tabungannya cukup, pasien itu datang ke Gigigo untuk treatment scaling.
“Pasien ini jadi bukti bahwa kesehatan gigi adalah hak untuk semua orang. Banyak yang takut periksa gigi karena menganggapnya pasti mahal. Ini yang coba kami hapus. Bahwa perawatan gigi itu terjangkau. Bahkan kami melayani sistem pembayaran barter,” bebernya.
Kesehatan Gigi Hak Semua Orang

Istri Ryo, sekaligus pemilik klinik gigi Gigigo Dental Care, drg. Monica Ekania Ghaisani membenarkan tempat praktiknya menerima berbagai sistem pembayaran nontunai. Bisa dengan sistem cicilan dan barter. Barter bisa menggunakan emas atau exposure berkolaborasi dengan influencer.
“Jadi ada pasien kami yang menjadi model promosi klinik. Treatment-nya gratis. Ada juga pasien kami dari adik-adik yatim piatu. Bayarannya, kami hanya minta doa biar kliniknya jadi berkah,” jelasnya.
Drg. Monica mengungkapkan, kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi juga semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan kehadiran Gigigo Dental Care yang mendapat sambutan antusias masyarakat.
“Gigigo belum genap 5 bulan melangkah, masyarakat memberikan kepercayaan yang begitu luar biasa. Dari awal buka, lebih dari 1.000 pasien yang mempercayakan urusan gigi kepada Gigigo. Mereka antara lain siswa, mahasiswa, pekerja, pebisnis juga masyarakat umum,” tutur drg. Monica.
Menandai pembukaan kantor baru Gigigo memperkenalkan hashtag #GigigoLebihLega.
“Gigigo ingin selalu memastikan pasien nyaman dengan layanan, keramahan semua timnya, pasien tidak lama menunggu antrian dan cepat tertangani dengan istimewa,” ungkap drg. Monica.
Opening Gigigo 2.0 ini juga sekaligus menyampaikan program “Gigigo Mobile.” Memudahkan semua orang konsultasi langsung via online.
“Melakukan proses reservasi dengan mudah dengan mengetahui jadwal luangnya. Memungkinkan memilih dokter gigi. Pendampingan pasca pemeriksaan dan perawatan. Sampai pada pemberitahuan kapan waktunya kontrol ulang,” ujar drg. Monica.
Drg. Monica menambahkan, Gigigo ingin memberikan warna yang berbeda, mengikuti perkembangan dan keinginan anak muda agar makin peduli pada kesehatan gigi sejak dini.
“Besar harapan Gigigo dapat berkolaborasi dengan seluruh pihak agar makin memberikan dampak bermanfaat kepada masyarakat. Saat itulah cita-cita kami pendiri Gigigo tercapai, bahwa gigi sehat adalah hak kita semua,” pungkas drg. Monica.









