Pelemparan Bus Bakal Terus Berlanjut Jika Tidak Ditindak, Gibran: Tinggal Nunggu Apes

oleh
Pelemparan Batu ke Bus 1 official Persis Terluka
Video pelemparan Batu ke Bus Persis Solo Sabtu (28/1/2023) | Dok: Instagram @gavinkwanadist

SOLO, MettaNEWS – Pelemparan Bus minggu ini menjadi sorotan kasus baru persepakbolaan Indonesia, yang mana dalam 3 hari terakhir sudah 2 tim yang menjadi korban pelemparan batu dari oknum suporter.

Pada hari kamis (26/1/2023) kemarin Arema FC harus mengalami nasip apes yang mana bus pengangkut pemain Singo Edan ini harus remuk akibat dilempari batu oleh oknum suporter. Bahkan beberapa pemain arema mengalami luka-luka.

Kejadian apes tersebut kemudian menimpa klub kebanggaan wong Solo yakni Persis usai laga melawan Persita Tangerang Sabtu (28/1/2023) sekitar pukul 18.17 di kawasan Kelapa Dua hingga pintu Tol Panunggangan.

Pelemparan bus ini mengakibatkan kaca retak hingga bolong. Bahkan berimbas juga kepada satu ofisial yang mengalami luka ringan.

Hal tersebut membuat Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka banyak bercuit di media Sosial Twitter. Salah satu cuitan mengungkapkan tragedi seperti ini seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak kembali.

“Ayo kabeh seng serius. Dino iki bise @persisofficial seng dadi korban. Mboh sesok akan ada apa lagi yg terjadi. Ini semua seperti bom waktu. Tinggal nunggu giliran apes wae bos. tak baleni ya!! Tinggal nunggu giliran apes!!!!,” tulis Gibran (28/1/2023)

Sementara itu adik Gibran sekaligus Bos Besar Persis Solo Kaesang Pangarep meminta fans klubnya tak perlu melakukan aksi balas dendam atas insiden penyerangan yang menyasar ke bus Persis tersebut.

“Gak usah dibales. Tunjukkan sepak bola bisa menjadi media pemersatu,” tulis Kaesang dalam cuitannya @kaesangp

Meski begitu, tampaknya Kaesang tak mau jika terjadi kekisruhan antar suporter. Bahkan, dia mengancam akan meninggalkan Persis jika suporter Persis tetap balas dendam.

“Gak usah ngeyel kamu. Aku tinggalin @persisofficial kalo cara berpikirmu begitu. Sepak bola harus menjadi media pemersatu,” tegasnya.

“Udah to para suporter yo pada damai aja. Nanti Pertandingannya jadi sistem babel lagi dan gak ada penonton woi!!!,” tungkasnya.