Wawali Astrid Widayani Luncurkan Rumah Berdaya, Bekali Penyandang Disabilitas Keterampilan Kerja dan Kemandirian

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, membuka Program Rumah Berdaya di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Minggu (31/5/2026).

Program yang diinisiasi Relawan Gesit Surakarta bersama Kitabisa melalui program Salam Setara tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan kesiapan kerja.

Peluncuran Rumah Berdaya ditandai dengan penyematan name tag secara simbolis kepada dua peserta pelatihan, Yonathan yang merupakan penyandang tuna grahita dan Elsa, penyandang Down Syndrome. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri penyandang disabilitas di Kota Surakarta.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan program tersebut, mulai dari Salam Setara, Relawan Gesit Surakarta, mentor, sponsor, hingga para relawan yang memberikan dukungan.

Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat. Kita masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya bagi kawan-kawan disabilitas dalam memperoleh akses pendidikan, keterampilan, dan kesempatan kerja yang layak. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Berdaya menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang yang inklusif, aman, dan memberdayakan,” urai Astrid.

Ia menilai Rumah Berdaya merupakan salah satu wujud nyata komitmen mewujudkan Surakarta sebagai kota yang inklusif. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, dan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat semakin mandiri, memiliki keterampilan yang bermanfaat, dan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Program Rumah Berdaya diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas lima penyandang tuna grahita dan lima penyandang Down Syndrome. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan mengikuti 12 sesi pelatihan keterampilan yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta.

Khusus bagi peserta penyandang Down Syndrome, pelatihan difokuskan pada keterampilan kerja di bidang pelayanan dan peracikan kopi sebagai barista serta server. Pelatihan tersebut didampingi langsung oleh mentor profesional dari Sumilih Coffee.

Ketua Relawan Gesit Surakarta mengatakan program ini lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan, dukungan, dan pendampingan yang tepat.

Melalui Rumah Berdaya, para peserta diharapkan memiliki ruang belajar yang aman dan nyaman untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri agar mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan Salam Setara, Saiful Anam, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan akses yang setara bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang pendidikan, keterampilan, dan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.

“Adik-adik yang hari ini mungkin memiliki keterbatasan juga berhak mendapatkan akses yang setara dalam pendidikan, keterampilan, dan kesempatan ekonomi. Karena itu kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menghadirkan ruang tumbuh yang inklusif,” bebernya.

Astrid menegaskan Pemerintah Kota Surakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung program-program pemberdayaan disabilitas. Ia berharap Rumah Berdaya dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan yang mampu melahirkan lebih banyak penyandang disabilitas yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.